HMPKELAMAS.COM - Dalam perkembangannya standar kecantikan terbentuk atas beberapa faktor seperti moderintas dan pembentukan budaya yang mengglobal. Dewasa ini perkembangan Hallyu Wave atau gelombang Korea muncul setelah tahun 1990an yang merebak dan populer ke selwurub dunia termasuk Indonesia. Pengaruh penyebaran Korean Wave ini sangat populer dikalangan remaja atau kawula muda yang terlihat disegala aslek kehidupan seperti makanan,gaya hidup,mode atau gaya berpakaian dan produk kecantikan. Konsumsi penggemar tidak hanya musik,film dan drama korea saja melaikan aspek dibidang kecantikan korea atau K-Beauty Standard. Pengaruhnya bahwa media sosial,TV,film,iklan,komunitas turut berkontribusi dalam menetapkan standard kecantikan.
Di masa kini idola K-Pop membawa kualitas berbeda dalam performanya di industri hiburan seperti kualitas suara mumpuni,kemampuan menari yang baik,kemampuan akting yang mumpuni serta visual para idol K-Pop yang bisa dibilang sempurna. Pengaruh idola K-Pop terhadap penggemarnya membawa perilaku imitasi dimana keinginan meniru dan menyerupai idolanya sangat tinggi. Hal yang sering ditiru diantaranya kebudayaannya,mode berpakaian,dan penggunaan produk kecantikan.
Visual para idola K-Pop,aktor,aktris atau penggiat hiburan lainnya memang dirancang paripurna untuk menggaet para fans. Usaha yang dapat dilakukann bisa dengan perwatan kecantikan atau oprasi plastik. Minat tinggi terhadap kecantikan dan visual paripurna ini diakibatkan oleh standar kecantikan Korea yang tinggi,seperti wajah yang tirus atau v-line,mata yang besar dengan kelopak mata ganda,kulit putih pucat,tubuh ideal dengan bentuk s-line,hidung kecil tapi lancip,kaki jenjang,wajah mulus yang bersinar,dan memiliki kantung mata aegyo sal untuk pria memiliki standar tubuh tinggi dan kekar,wajah runcing dengan dagu V-line,mata yang bulat dengan kelopak mata ganda,hidung mancung,bibir tipis dan tampilan rambut yang fresh dianggap menarik dan rupawan.
Di era modern saat ini Korea Selatan dikenal sebagai pusat hiburan sekaligus pusat operasi plastik dunia,namun apakah perkembangan standar kecantikan dan operasi plastik baru saja terjadi di era gelombang korea atau Hallyu Wave? Sejarah perkembangan standar kecantikan dan operasi plastik korea dikarenakan adanya standar kecantikan yang terbentuk di masyarakat mengenai beuaty previllage sebagai bagian dari konstruksi masyarakat modern saat ini,disamping itu trend oprasi plastik berkembang pesat karena adanya standar kecantikan yang terbentuk saat ini. Namun menurut jurnal Plastic's Past: The Complex Historical and Cultural Influences Underlying South Korea's Plastic Surgery Phenomenon karya Shopie Jin operasi plastik diminati banyak warga Korea Selatan sejak zaman dulu. Bahkan sampai sekarang standar kecantikan modern atau K- Beauty menjadi standar untuk operasi plastik yang populer baik di Korea Selatan maupun di luar Korea Selatan.
Wilayah semenanjung Korea pernah menjadi bagian dari penjajahan Jepang sejak tahun 1910-1945 dimana pemerintah Jepang gencar gencarnya melanggengkan kekuasaan dan memeuaskan pengaruhnya Korea seperti propaganda,gaya hidup,kebudayaan,aspek militer,standar kecantikan dan lain lain sehingga di buku Korea Old and New a History karya Carter J. Erkert menyebutkan “tidak ada satu aspek pun di kehidupan orang Korea yang tidak terpengaruh oleh pemerintahan Jepang”. Pemerintah Jepang menguasai semenanjung Korea sejak dikalahkannya dinasti Qing sekitar tahun 1876 dan meruntuhkan kerajaan Korea raya dan memulai dengan periode penjajahan yang ekstem sehingga menimbulkan trauma yang sangat membekas bagi warga Korea pada masa itu termasuk isu “Wanita Penghibur” dimana penculikan besar besaran gadis gadis dan wanita Korea yang dijadikan budak seks pasuman Jepang yang nantinya ditempatkan di rumah bordil yang nantinya dikenal sebagai Jugun Ianfu atau wanita penghibur. Trauma akibat penjajahan Jepang selama 35 tahun membuat Korea ingin benar benar lepas dari pengaruh Jepang dalam segala aspek sehingga mereka mereka tidak mengikuti standar kecantikan Korea pada zaman dulu dimana wanita Korea pada zaman dahulu yang identik dengan wajah dan dagu yang bulat yang melambangkan kesuburan wanita dan dianggap cantik ditolak masyarakat karena lekat kaitannya dengan penjajahan Jepang.
Tahun 1945 pasca perang
dunia II dimana pihak sekutu keluar sebagai pemenang perang dan membuat Jepang
sebagai blok poros yang terdampak kekalahan Perang Dunia II harus menyatakan
kekalahan dan keluar dari negara yang dijajahnya termasuk Korea. Pasca Perang
Dunia II hegemoni dunia direbutkan oleh dua pihak besar yang keluar sebagai pemenang
perang dari pihak Sekutu yaitu Amerika Serikat dengan ideologi
Liberal-Kapitalis dan Uni Soviet dengan Ideologi Sosialis-Komunis. Perebutan
pengaruh dunia oleh kedua negara tersebut juga terjadi di wilayah Semenenanjung
Korea. Semenanjung Korea dibebaskan dari kolonial Jepang, wilayahnya dipisah di
garis lintang 38° utara (zona perbatasan ini dikenal sebagai 38th parallel) dan
dibagi oleh dua super power pada
saat itu yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Amerika Serikat menduduki
Semenanjung Korea bagian selatan dan Uni Soviet menduduki Semenanjung Korea
bagian utara (Jang, 2010). Amerika Serikat dan Uni Soviet sepakat untuk membagi
wilayah Semenanjung Korea dengan tujuan agar lebih cepat melucuti kekuatan
tentara Jepang dan memulangkan penduduk Jepang yang ada di Korea (Millett,
2017).
Sejak tahun 1948 sampai
tahun 1950 an banyak konflik dan bentrokan antara Korea Utara dan Korea
Selatan. Pemantik konflik diantara mereka adalah ketika tentara Korea Utara dan
Tentara Rakyat Korea (KPA) menyerbu Korea Selatan dengan melintasi Paralael ke
38 pada tangg 25 Juni 1950 (Jang,2010). Serangan pertama dilakukan oleh Korps
KPA 1 yang mempin pasukan sebanyak 53.000 orang menyebrangi Sungai Imjin menuju
Seoul. Serangan berikutnya dilakukan oleh Korps KPA II dengan kekuatan pasukan
sebanyak 54.000 orang. Kemudian,pasukan Korea Utara tiba di Seoul pada tanggal
28 Juni 1950,tapibpemerintah Syngman Rhee dan pasukan Korea Selatan tetap
menyerah dan malah membentuk garis pertahanan yang membentuk perbatasan di
selatan Sungai Han,sehingga mengalahkan tujuan awal invasi tersebut tidak
tercapai. Oleh karena itu,pihak Korea Slatan butuh dukungan militer dari
Amerika Serikat (Millett,2017).
Setelah Jepang melepaskan
pengaruhnya dari Korea dan dipukul mundur oleh pasukan Sekutu,warga Korea ingin
menciptakan Identitas Nasional baru yang lepas dari pengaruh Jepang secara
keseluruhan,kemudian datanglah Amerika Serikat ke Korea Selatan yang lambat
laun mempengaruhi Korea Selatan dengan budaya budaya barat termasuk operasi
plastik. Pengaruh Amerika Serikat di Korea lambat laun membuat masyarakat
mengadopsi standar kecantikan ala barat seperti memiliki kelopak mata ganda
agar mata terlihat bulat dan semakin hidup,karena mata sipit pada masa itu
dianggap sebagai mata yang penuh intrik. Selain itu standar kecantikan berupa
hidung mancung menjadi sangat populer di Korea Selatan. Hal ini menciptakan
standar Korea terbaru atau K-Beauty yang berbeda dengan standar kecantikan Korea
pada zaman dulu namun tidak terlalu berkiblat ke standar kecantikan ala barat.
Sejarah panjang pembentukan
Identitas Nasional Korea dalam hal standar kecantikan berlangsung sejak lama
dimana menurut National Center for Biotechnology Information operasi plastik di
Korea Selatan sudah terjadi pada tahun 1950-an pada masa perang Korea terjadi.
Pada waktu itu Amerika Serikat mengirim seorang dokter bedah plastik terkenal yang
melakukan kampanye bahwa kedatangan Amerika Serikat yang akan membantu Korea,
pada waktu itu ada seorang
wanita yang bekerja sebagai penerjemah Korea yang menikah sama tentara Amerika.
Kemudian wanita tersebut meminta ke dokter Millard untuk mengoprasi kelopak
matanya agar memnjadi lebih bulat dengan kelopak mata ganda. Menurut dr.
Millard dalam jurnalnya yang berjudul Oriental peregrinations mata yang sipit
terkesan kurang menarik karena minim ekspresi dan dianggap penuh intrik.
Kemudian dari operasi dokter milad itulah akhirnya operasi kelopak mata ganda
mulai populer di Korea Selatan,Operasi yang membuat mata orang Korean tadinya
sipit jadi lebih bulat dan lebih lebar dan menjadi salah satu aspek dari
standar kecantikan Korea atau K-Beauty. Selain operasi lipatan mata,operasi
hidung yang mancung namun kecil juga sangat populer dan juga operasi V-line
agar rahang nampak tirus juga menjadi trend di Korea Selatan.
Disamping alasan tentang invasi
penjajahan kependudukan Jepang yang menyisakan trauma di masyarakat,dewasa ini
seiring berkembangnya zaman sekarang operasi plastik jadi trend di Korea
Selatan dan target marketnya udah enggak cuma orang Korea saja,melainkan banyak
menggaet pasien yang berkunjung dalam hal operasi dan estetika dari berbagai
negara. Menurut Washington post Korea Selatan sekarang sudah memiliki lebih dari 2000 dokter operasi plastik.
Sehingga operasi plastik sudah menjadi tujuan banyak turis datang ke Korea . Sejak
tahun 2009 sampai 2012 pendapatan industri pariwisata operasi plastik ini naik
tiga kali lipat hingga menyentuh angka 453 juta dollar per tahun. Rata rata
pasien operasi plastik di Korea Selatan paling banyak berasal dari China
Jepang,Russia dan Timur Tengah.
Operasi plastik di zaman
sekarang banyak dilakukan bukan karena ingin lepas dari trauma
penjajahan,melainkan ingin menambah estetika tubuh. Menurut Having Ton Post
operasi plastik di Korea sekarang banyak dilakukan di usia 19 sampai 29 tahun dan
banyak kalangam orang tua orang tua yang
menjadikan operasi plastik sebagai hadiah kelulusan anaknya atau sebagai hadiah
ulang tahun. Selain digunakan untuk
estetika tubuh di zaman modern operasi plastik juga dilakukan sebagai sarana
mencari pekerjaan. Karena tampilan visual dari pelamar yang dianggap “menarik”
bisa lulus di tahapan seleksi awal bermodal melihat foto yang terlampir di CV. Menurut
dr. Jook Woon pendiri Plastic Surgery Centre di Korea beliau berpendapat bahwa “masyarakat
Korea Selatan sangat kompetitif dan kami dihadapkan dengan penampilan
orang-orang lain setiap saat karena itu banyak yang mempercayai bahwa seseorang
yang terlihat lebih menarik secara fisik memiliki keberuntungan dalam mencari
kerja”, Pada mulanya Korea Selatan tidak termasuk di lima besar neggara dengan tingkat
opreasi plastik tertinggi. Tingkat operasi plastik dunia dilakukan sebanyak 11,36
juta operasi plastik. ( Society of Estetik Pastiche Surgery 2019). Negara
negara yang melakukam operasi plastik ternbanyak adalah Brazil, Amerika, Meksiko, Russia, India, Turki, Jerman
dan Italia.
DR MILLARD, J. R.
(1955). Oriental peregrinations. Plastic and reconstructive surgery, 16(5),
319-336.
Hong, S., &
Kim, C. H. (2013). Surfing the Korean wave: a postcolonial critique of the
mythologized middlebrow consumer culture in Asia. Qualitative Market
Research: An International Journal.
Jin,Shopie.
(2020) Plastic's Past: The Complex Historical and Cultural Influences
Underlying South Korea's Plastic Surgery Phenomenon. Academic Articles East
Asia Society
Kurek, L. (2015).
Eyes wide cut: the American origins of Korea's plastic surgery craze: South
Korea's obsession with cosmetic surgery can be traced back to an American
doctor, raising uneasy questions about beauty standards. The Wilson
Quarterly, 39(4).
Mellicia,
M. (2022). PENGARUH PENYEBARAN ISU STANDAR KECANTIKAN KOREA SELATAN MELALUI
MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU IMITASI PENGGEMAR K-POP (Doctoral dissertation,
Universitas Tarumanagara).
Nagara, M. R. N.
D., & Nurhajati, L. (2022). The Construction and Adoption of Beauty
Standard by Youth Female as the Consumer of K-Beauty Products in Indonesia. Jurnal
Riset Komunikasi, 5(2), 258-277.
Wahidah, A.,
Nurbayani, S., & Aryanti, T. (2020). Korean Wave: Lingkaran Semu Penggemar
Indonesia. SOSIETAS, 10(2), 887-893.
a.
Social Footer