HMPKELAMAS.COM - Sektor industri di era global merupakan sektor penggerak perekonomian yang memberikan sumbangsih amat besar serta mampu menciptakan peluang kerja yang luas bagi masyarakat. Bagi kebanyakan Negara berkembang, sektor industri khususnya UMKM memegang peranan penting dalam mendukung perekonomian Negara. Sektor perdagangan yang berbasis pada industrialisasi memegang peranan kunci karena produk yang dihasilkan diharapkan mampu bersaing dengan produk industri Negara lain dalam pasar global. Industri kecil dan menengah merupakan salah satu sektor industri yang mendominasi struktur industri di Indonesia. Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sub-sektor yang harus mendapat perhatian karena peran sentral dalam menopang perekonomian di Indonesia. Sekitar 90% tenaga kerja terserap pada sektor ini dan kontribusinya terhadap PDB sebesar 60%. Jika dirupiahkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional Indonesia di tahun 2018 dapat dikatakan cukup besar.
Namun semenjak terjadinya Covid-19 pada 2020 lalu perekonomian di kota ini mulai tersendat dikarenakan lesu nya perpuataran uang yang di akibatkan dari lockdown, masyarakat sangat sulit untuk mengelola uang nya karena mereka dilarang untuk keluar dari rumah, mungkin untuk sebagian milenial dan gen z itu tidaklah terlalu berpengaruh karena mereka masih bisa menggunakan E-wallet atau pun E-banking sebagai alat pembayaran, namun bila untuk para pedagang seperti di pinggir jalan , pengusaha kos-kos an mereka akan sangat sulit dalam memutar uang karena mereka hanya bisa melakukanya secara langsung men to men untuk dapat memutar uang nya.
Banyak upaya dari pemerintah atau bahkan dari mahasiswa sebagai trobosan agar para masyarakat yang kudet dalam teknologi tetap bisa memutar dan mendapatkan penghasilan walaupun masih dalam kondisi lockdown, seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mereka melakukan program pendampingan para Pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak langsung oleh covid-19. Mereka para mhahasiswa menyadari bila tidak semua orang yang terdampak covid-19 itu paham teknologi dan itu yang mendorong mereka untuk mengadakan pendampingan ini.
Kebanyakan masalah yang dibawa peserta pendampingan ini adalah menurunya omzet penjualan dan juga kurang paham nya akan teknologi, penurunan dari omzet ini adalah akibat dari masyarakat yang lebih suka membeli bahan mentah secara online atau bahkan ada yang membudidayakan sendiri di kebun rumah hal itu dikarenakan dari harga yang akan lebih murah juga masakan dan makanan akan lebih sehat karena buatan rumah sendiri, lalu bila untuk masyarakat yang kurang pahamnya akan teknologi itu kebanyakan mereka sudah memiliki usia lanjut dimana teknologi baru merata saat usia mereka sudah beranjak tua tidak seperti para milenial dan gen z yang mereka sudah dari lahir merasakan teknologi dari mulai Tv dan Smartphone.
Setelah melakukan survey dan pembekalan akhirnya para mahassiswa ini mendapat hasil dari kegiatan tersebut yaitu peserta ini lebih memahami dari pentingnya paham akan teknologi dan cara untuk meningkatkan hassil dari usaha mereka melalui teknologi yang ada, para mahasiswa ini juga tidak lupa untuk meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya pencegahan penyebaran covid-19 di lingkungan sendiri, akhirnya para peserta pun mampu untuk memasarkan produknya melalui aplikasi seperti Sosial media Instagram, Facebook, Shoope ataupun aplikasi jasa seperti Gojek, Grab, Shoopefood dengan itu maka peserta akan bisa meningkatkan omzet usaha mereka tanpa harus keluar dari rumah dan selalu melakukan prokes.
Pengabdian ini bertujuan untuk mengajarkan bagaiamana melakukan bisnis tanpa harus bertemu langsung atau contactless busines dengan seperti itu maka masyarakat akan lebih aman dan covid-19 akan lebih bisa ditekan penyebaranya dengan tetap terjaganya roda perekonomian masyarakat. Semoga dengan pengabdian para mahasiswa ini para masyarakat yang terdampak langsung covid-19 akan lebih menyadari seberapa besar dampak dari perekonomian, tidak lupa masyarakat juga harus selalu menjaga diri dari paparan virus dengan tidak banyak melakukan aktivitas diluar ruangan, selalu membersihkan pakaian yang habis dipakai, tidak bersentuhan langsung dengan orang dari luar rumah, selalu menggunakan dan membawa hand sanitizer bila perlu. Intinya dari kejadian covid-19 yang berdampak secara global ini kita harus selalu mensyukuri apapun yang kita miliki sekarang entah itu harta, atau bahkan kesehatan sekalipun karena semua itu akan terasa mahal bila kita kehilangan.
Penulis: Gunawan Widodo (220210302068)
Referensi
Antara. 2020. Dampak Covid-19, 1.222 Pekerja di Banyumas Dirumahkan. 15 Oktober 2020
Suwiknyo, E. 2020. DAMPAK COVID-19: Ribuan UKM di Jateng Mulai Terhempas. 15 Oktober 2020.
Social Footer