Perekonomian Pelaku Usaha UMKM di Kota Jember Mengalami Peningkatan yang Signifikan
Pemandangan
pasar ramadhan alun-alun Jember dari atas
HMPKELAMAS.COM - Jember
merupakan salah satu daerah di Jawa Timur. Luas wilayah Jember adalah 3.293,34
km2 dengan ketinggian 0 hingga 3.330 mdpl. Kabupaten Jember memiliki luas
±3.293,34 km2 dan garis pantai ±170 km, sedangkan Zona Ekonomi Eksklusif
(ZEE)nya memiliki luas ±8.338,5 km2 dan berbatasan langsung dengan Kabupaten
Banyuwangi, Bondowoso dan Lumajang.
UMKM
merupakan singkatan dari Kegiatan usaha mikro, kecil dan menengah. UMKM ini
adalah salah satu bentuk bidang usaha yang bisa berkembang 7 konsisten dalam
pereknomian nasional. UMKM atau Usaha mikro, kecil dan menengah dapat menjadi
tempat yang menguntungkan bagi mayarakat umum yang memiliki pekerjaan di bidang
usaha UMKM, serta juga menjadi sarana bagi pemerintah, swasta dan pelakunya
usaha perorangan untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang terencana.
Sri Mulyani
Indrawati, Menteri Negara Keuangan (Menkeu), mengatakan pengembangan dan
penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sangat penting bagi perekonomian
global. Menurutnya, hal ini karena UKM merupakan tulang punggung ekonomi
global. "Mereka membentuk 90% bisnis dan menyediakan lebih dari 50%
pekerjaan di seluruh dunia." Di negara berkembang, UKM resmi menghasilkan
sekitar 40% dari produk nasional bruto (PDB).
Perekonomian wilayah Jember masih sangat rendah, terutama di kalangan pengusaha UMKM. Perekonomian terpuruk akibat dampak Covid 19 yang membuat banyak pengusaha UKM tidak bisa berjualan karena terisolasi atau tidak bisa keluar rumah, sehingga terjadi banyak penurunan ekonomi dalam 3 tahun terakhir.
Di tahun
2023, seluruh negara Indonesia berusaha bangkit, termasuk masyarakat Jember
yang sedang berusaha pulih dari dampak COVID 19. Di tahun 2023, banyak UMKM
yang mencoba kembali berjualan dengan cara lama, namun pendapatannya belum
tumbuh terlalu banyak dan stabil.
Pelaku usaha UMKM di Kota Jember memiliki peningkatan setelah Bapak Hendy
Siswanto selaku Bupati dari Kota Jember sendiri mengadakan acara nobar piala
dunia atau yang kerap disevut dengan pildun di alun-alun Kota Jember dan
melibatkan pelaku UMKM. Pengadaan
acara yang melibatkan pelaku UMKM tidak hanya berhenti pada acara piala dunia
saja, namun tetap berlanjut saat bulan ramadhan di tahun 2023.
Bulan
Ramdhan sendiri dimulai pada tanggal 23 Maret 2023, dimana setiap orang muslim
di Indonesia bahkan dunia memulai ibadah puasa. Pada saat itu Bapak Hendy
Siswanto selaku Bupati Kota Jember menyelenggarakan sebuah kegiatan berjualan
bagi pelaku UMKM yang disebut dengan Pasar Ramadhan yang diadakan tepat di
tengah-tengah alun-alun kota Jember.
Kegiatan pasar ramadhan ini diikuti oleh ribuan pelaku UMKM di Kota Jember
dan memiliki tujuan untuk meningkatkan perekonomian di Kota Jember melalui
gerakan UMKM itu tadi. Sejak
diadakannya pasar ramadhan di alun-alun kota Jember ini, pertumbuhan ekonomi
Kota Jember terus mengalami perkembangan. Hal ini lantaran buah hasil dari
usaha-usaha yang dilakukan oleh Bapak Hendy Siswanto selaku bupati dari Kota
Jember yang memiliki tujuan untuk membuat Kota Jember menjadi kota yang maju,
bangkit, dan keren lagi dari tahun yang sebelumnya.
Pada tanggal 25 April 2023 Plh Bupati Jember MB firjaun Barlaman sempat
berkeliling menyapa pelaku UMKM yang sedang berjualan di alun-alun Jember,
menurut Gus Firjaun ada sekitar 240 UMKM yang telah dilibatkan dalam pasar
ramadhan dan semua UMKM itu bergantian untuk ikut berpartisipasi dan juga ada
jadwal yang telah disiapkan bagi para UMKM bergantian menempati stan yang telah
disediakan, hal ini brtujuan agar semua pelaku UMKM kebagian jatah berjualan di
pasar ramadhan yang ada di alun-alun kota Jember ini.
Sektor perekonomian dalam golongan UMKM mengalami perkembangan yang sangat drastis setelah diadakannya pasar ramdhan ini. didadakannya pasar ini sangat memiliki dampak yang besar bagi banyak kalangan, hal ini bisa dijadikan alasan utama bagi meningkatnya perekonomian masyarakat yang berada di tingkat bawah.
Peningkatan Pengembangan di Sektor Ekonomi
Salah satu pemilik usaha UMKM di pasar ramadhan kota jember mengatakan bahwa
penghasilan mereka sebelum diselenggarakannya pasar ramadhan di alun-alun kota
Jember dan sesudah di selenggarakannya ada banyak perubahan dalam perkembangan
/ peningkatan. Mereka mengatakan pada saat belum diselenggarakannya pasar
ramadhan penghasilan UMKM mereka masih bisa dibilang rendah dan hanya meningkat
pada saat hari libur seperti sasbtu malam ataupun minggu pagi (karena ada car
free day di minggu pagi). Namun ketika setelah diselenggarakannya pasar
ramadhan ini penghasilan mereka sangat jauh lebih berkembang di setiap harinya
karena pengunjung pada pasar ramadhan ini selalu excited, selalu ramai dan
banyak setiap harinya.
Di pasar ramadhan tersebut juga disediakan stan penjual bahan sembako
dengan harga yang lebih terjangkau sehingga hal tersebut membuat masyarakat
berlomba-lomba untuk membelinya, penjualan sembako dengan harga yang lebih
terjangkau diharapkan dapat mendorong kebangkitan ekonomi dan menjadi upaya
pemkab dalam meneankan tingginya tingkat angka inflasi, inilah yang di
sampaikan oleh Gus Firjaun selaku Plh kota Jember.
Kolaborasi yang terjadi antara pelaku usaha UMKM dengan Penyelenggara pasar ramadhan menjadi salah satu opsi untuk mengendalikan tingkat inflasi dan membuat terpenuhinya kebutuhan masyarakat dengan harga yang cukup terjangkau dengan meningkatkan pendapat terhadap pelaku usaha. Kebutuhan keseharian masyarakat dapat terpenuhi apabila terjadi peningkatan pendapat pelaku usaha, hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kestabilan harga-harga pada umumnya.
Rugi dan Untung
Khalayak
masyarakat umum banyak yang bertanya-tanya soal penurunn pendapatan apabila
cuaca mendung atau bahkan hujan terjadi saat pasar ramdhan sedang berlangsung.
namun salah satu pelaku usaha UMKM yang berjualan disalah satu stan pasar
ramadhan di alun-alun Jember mengatakan bahwa keuntungan yang didapatkan masih
lebih banyak daripada kerugiannya meski cuaca mndung ataupun terjadi hujan.
Sesuai yang diharapkan hal inilah yang menjadi harapan pemerintah kabupaten
Jember dengan rendahnya tingkat inflasi serta kertabilan ekonomi masyarakat
Jember terus berkembang.
Harapan perkembangan dan peningkatan ekonomi tidak berhenti sampai diadakannya pasar ramadhan saja, tetapi juga pada saat setelah ramadhan tetap mengalami perkembangan perekonomian pada pelaku usaha UMKM yang ada di Kota Jember.
Penulis : Gabriel Mukaro Fischer 220210302065
Referensi:
Abdul, H. (2020). PENGARUH PERTUMBUHAN USAHA MIKRO, KECIL DAN
MENENGAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN MAMUJU. Jurnal Ilmiah
Ekonomi Pembangunan, 157.
Muhammad. (2022, August 24). Gatra. Retrieved June 9,
2023, from Menkeu Paparkan Langkah Menjaga UMKM sebagai Tulang Punggung
Perekonomian:
https://www.gatra.com/news-550698-ekonomi-menkeu-paparkan-langkah-menjaga-umkm-sebagai-tulang-punggung-perekonomian.html
Na'ilah, D. A. (2023, April 7). jurnalpost. Retrieved
June 9, 2023, from Pengaruh Pasar Ramadhan Terhadap UMKM Di Jember:
https://jurnalpost.com/pengaruh-pasar-ramadhan-terhadap-umkm-di-jember/47600/
Social Footer