HMPKELAMAS.COM - Negara-negara berkembang memiliki sedikit kekayaan material dan membutuhkan investasi besar untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang stabil dan relatif tinggi adalah hasil dari pembangunan ekonomi yang sukses dan mencerminkan kemajuan yang telah dicapai. Negara berkembang membutuhkan sumber daya yang signifikan untuk melanjutkan pembangunan nasional. Sumber daya keuangan di negara berkembang seringkali tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan modal untuk menyelesaikan pembangunan; salah satu penghambat pembangunan adalah sumber daya yang terbatas ini. Oleh karena itu, diperlukan sumber pendanaan lain untuk membiayai pembangunan dalam negeri. Kebijakan pemerintah terus berupaya mencari sumber dana pembangunan baik dari dalam maupun luar negeri. Akumulasi modal dari luar negeri sangat penting untuk menjamin kelancaran pembangunan ekonomi dan untuk tetap berada di depan dalam mengatasi kesenjangan. Pengembangan sumber daya luar negeri dalam.
Dibandingkan dengan pembiayaan utang luar negeri, arus
modal asing mendukung pembiayaan pembangunan domestik jangka panjang. FDI dan
investasi portofolio menyumbang arus masuk FDI. Kedua jenis investasi ini
memiliki dampak positif terhadap keberlanjutan pembangunan suatu negara.
Perkembangan PMA memiliki dampak yang signifikan terhadap pembangunan suatu
negara, karena PMA tidak hanya berinvestasi di negara tersebut, tetapi juga
melakukan transfer teknologi dari negara asalnya ke negara penerima. FDI
memiliki dampak berkelanjutan pada pertumbuhan keseluruhan suatu negara. Negara
berkembang dikenal dengan kerapuhannya dalam berbagai aspek, salah satunya
adalah korupsi yang tinggi, tetapi tidak benar bahwa negara berkembang dikenal
dengan korupsinya.
Karena struktur keuangan yang stabil dan berkembang
akan meningkatkan perekonomian, investor akan menjadi lebih tertarik pada
investasi asing langsung. Investasi asing langsung merupakan aliran modal
terbesar dibandingkan dengan investasi portofolio; investasi ke dalam adalah
investasi yang masuk ke dalam negeri dari negara lain, dan investasi ke luar
adalah investasi yang keluar dari dalam negeri ke negara lain. FDI memainkan
peran penting sebagai kontrol yang kuat terhadap anak perusahaan di luar
negeri.
Kamboja adalah salah satu negara yang terpengaruh oleh
investasi asing dan arus masuk modal. Penanaman modal asing (PMA) dianggap
sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang. Dengan
menggunakan set data dari tahun 2006 hingga 2016, penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui dampak investasi asing terhadap pertumbuhan ekonomi Kamboja.
Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan analisis matriks korelasi dan
analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi asing
berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kamboja. Studi ini menyarankan bahwa
pemerintah harus menerapkan reformasi pasar domestik untuk menarik lebih banyak
investasi asing ke Kamboja. Perdagangan dan investasi asing langsung (FDI)
adalah elemen terpenting yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Akumulasi modal dan transfer teknologi adalah alasan
utama pembukaan pasar selama periode pertumbuhan ekonomi. Eksportir berusaha
menggunakan teknologi produksi dan inovasi untuk mendapatkan akses ke pasar
luar negeri; PMA meningkatkan ekspor negara tuan rumah dan menghasilkan lebih
banyak devisa, terutama di negara-negara berkembang. Mereka juga meningkatkan
dana untuk investasi domestik, mendorong penciptaan lapangan kerja,
meningkatkan transfer teknologi dan merangsang pertumbuhan ekonomi secara
keseluruhan. Banyak organisasi internasional, akademisi, pembuat kebijakan dan
peneliti percaya bahwa investasi asing langsung dapat sangat bermanfaat bagi
pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang. Ketika tabungan domestik
rendah, investasi asing langsung sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi
Kamboja.
Selama bertahun-tahun, investasi asing langsung
(foreign direct investment/FDI) telah menjadi sumber daya eksternal yang
penting bagi negara-negara berkembang dan bagian penting dari pembentukan modal
di negara-negara ini. Namun, pangsa FDI dalam distribusi global masih kecil
atau menurun. Sebagian besar setuju bahwa pertumbuhan ekonomi di negara-negara
berkembang didorong oleh investasi asing langsung. Investasi asing langsung
(FDI) dipandang sebagai cara untuk membawa modal dan teknologi ke negara-negara
berkembang, terutama dari negara-negara maju lainnya, dan memiliki dampak
positif pada pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut. Keyakinan bahwa investasi asing menghasilkan
eksternalitas dalam bentuk transfer teknologi dan efek limpahan (spillover)
sering menjadi dasar pembenaran ekonomi untuk memberikan insentif khusus untuk
menarik FDI. Pertumbuhan ekonomi dan kinerja ekonomi.
Penanaman modal asing (PMA) telah diamati dan
didiskusikan sebagai faktor ekonomi yang penting, terutama di negara-negara
berkembang. Kamboja menjadi tujuan PMA setelah negara ini mengadakan pemilihan
umum pertamanya pada tahun 1993, meskipun negara ini menarik investasi asing
yang signifikan sebelum pemilihan umum yang disponsori PBB yang diadakan pada
tahun yang sama, tidak ada data jangka panjang yang dapat diandalkan mengenai
investasi ke dalam di tingkat perusahaan. Kamboja secara aktif menyambut
kegiatan FDI dan telah melakukannya selama beberapa tahun. Arus masuk PMA
dianggap sebagai salah satu cara yang paling efektif.
Penulis : Hemi Fatmawati 210210302023
Referensi :
Khun Sokang, The Impact of Foreign
Direct Investmen on the Economic Growth in Cambodia: Empirica Evidence.
International journal of innovation and economic development. ISSN : 1849-7020.
Vol.4,5 December,2018. http://dx.doi.org/10.18775/ijied.1849-7551-7020.2015.45.2003
Niluh Putu Dianawati. Pengaruh
Kemudahan Berbisnis Investasi Asing Langsung: Studi Kasus Pada Negara
Berkembang Anggota ASEAN. ISSN : 2303-0178. Vol. 7 no. 10 oktober 2018
Social Footer