HMPKELAMAS.COM - Kerajaan Thailand atau dulunya bernama Kerajaan Siam merupakan Negara berbentuk kerajaan. Kerajaan Siam merupakn Negara satu-satunya di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah pernah dijajah. Sebelum menggunakan nama Thailand, sebelumnya nama Negara tersebut adalah Kerajaan Siam. Siam tercatat di dalam kitab dari Kerajaan bernama Khmer, Pagan dan Kerajaan Ayutthaya. Kerajaan Ayutthaya berkuasa sekitar tahun 400 dimulai tahun 1351-1767. Kaisar Siam bernama Luang Phibun Songkhram merencakan perubahan nama menjadi Thailand pada tahun 1939. Kedaan geografis Thailand berada di wilaah Asia bagian tenggara atau biasa disebut Asia Tenggara. Pada abad ke-8 hingga abad 12, orang-orang suku bangsa Tai mendiami dataran Rendah yang berada di Asia Tenggara. Orang-orang tersebut membangun desa-desa kecil membentuk suatu kelompok muang atau pasukan. Pada abad ke-10 para penduduk Tai berakulturasi dengan kebudayaan dari Kekaisaran Khmer Angkor, Cina, dan Vietnam Utara serta Kerajaan Champa. Hingga pada abad ke 11-12 wilayah Tai dihuni oleh para penduduk Khmer dan Angkor yang menggunakan bahasa Mon. pengar bangsa Khmer memberikan dampak pada budaya dan politik serta kepercayaan Bhuddisme Theravada. Pada periode Ayutthaya pada tahun 1351-1767 pendiri kerajaa tersebut bernama U Thong (Ramathibodi I) yang mendominasi kerajaan Siam selama 400 tahun ke-depan.

            Pada tahun 1767-1772 berdiri kerajaan Thon Buri ketika Kerajaan Ayutthaya jatuh ke tangan Burma pada tahun 1767. Hingga menempati social budaya Thailand dimana mempunyai bahasa memiliki hubungan keturunan dengan orang-orang Tai Cina. Hingga saat ini mayoritas agama Thailand adalah Buddhis Threvada. Orang hailand sejatinya adalah orang-orang keturunan bangsa Tai sejak datangnya invasi dari Kerajaan Mon dan Ayutthaya serta serangan dari Burmese. Pada tahun 1238 sejak berdirinya kerajaan tersebut. Terdapat sumber prasasti menyebutkan Prajurit Syam di relief Khmer peninggala kerajaan Angkor, Wat di Negara Kamboja. Syam diambil dari bahasa sansekerta yang memiliki arti yaitu warna gelap. Orang-orang yang masih menggunakan bahasa Tai kini hidup di wilayah Yunan, Cina. Pada awal periode baru ketika memasuki kebangkitan Thailand Modern.

        Pada tahun 1782, dinasti Charki terdapat Raja bernama raja Rama, nama tersebut diambil dari dewa Rama reinkarnasi dari Dewa Wisnu. Ketika Inggris memulai invasinya ke beberapa Negara salah satunya di wilayah Asia tenggara. Siam atau Thailand menerima berbagai modernisasi dan kebudayaan baru dari barat. Ibawah kepemimpinan Raja Rama IV, kerajaan Sia menerima moernisasi persenjataan, teknologi dan budaya dari luar. Raja Chulalongkom menerima serta mengembangkan jaringan kereta api.

        Hingga pada tahun 1917, Kerajaan Siam mulai melakukan upaya diplomasi dan siap menjadi sekuu Inggris ketika Perang Dunia I berlangsung. Dari upaya diplomasi tersebut sehingga Kerajaan Siam tidak dijajah baik dari Negara Inggris dan Negara-negara eropa lainnya. Kolonisasi bangsa Eropa apabila ditarik mundur maka akan ada banyak beribu sumber sumber yang menjelaskan bagiamana, mengapa, apa, dimana, siapa kapan mengenai Kolonisasi Bangsa Eropa. Wilayah Asia merupakan wilayah yang menjadi sasaran bangsa Eropa pada masa itu, dikarenakan Asia menyimpan sebuah solusi apa yang dibutuhkn Bangsa-Bangsa Eropa pada masa tersebut. Di Asia Tenggara merupakan satu-satunya wilayah beriklim tropis dari sekian puluhan Negara-negara di benua Asia. Negara-negara yang tergolong wilyah Asia Tenggara adalah Myanmar, Kamboja, Vietnam, Laos, Thailand, Filiphina, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Indonesia. Dari kesepuluh Negara tersebut Negara Thailand lah yang belum merasakan jajahan dari Bangsa Eropa.

            Ketika berdiskusi mengapa hanya Negara Thailand yang tidak tersentuh oleh bangsa Eropa, namun Negara berbentuk Kerajaan tersebut mengikuti organisasi ASEAN dimana organisasi tersebut dilator belakangi oleh rasa senasib dan sepenanggungan yang telah dijajah oleh bangsa Kolonial. Pada abad ke-19 Thailand kala itu masih bernama Siam. Dapat diketahui bahwa Siam merupakan nama pasukan atau prajurit pelindung dari Kerajaan Ayutthaya sebelum Negara Thailand terbentuk. Pengaruh Siam ketka abad ke-19 sangat berpengaruh di wilayah sekitarnya yaitu di sebelah barat Laos dan Kamboja. Di sebelah barat Kerajaan Siam berbatasan dengan dinasti Alaungpaya atau Konbaung yang apabila ihitung saat ini mencakup wilayah Myanmar. Pada tahun 1824, Alaupaya terlibat peperangan dengan koloi Inggris, hasil peperangan tersebut mengakibatkan wilayah Alaungpaya berhasil diambil alih oleh Inggris. Kemudian wilayah Inggris dileburkan dengan wilaya India. Alaungpaya merupakan musuh kerajaan Siam saat itu Siam menjadi sekutu dengan Inggris. Kerajaan Inggris memperluas wilayahnya di bagian barat wilayah Kerajaan Siam, namun Siam sendiri tidak terlalu khawatir akan hal tersebut.

        Pada tahun 1917 Raja Chulangkom dengan gelar Raja Rama V memerinah banyak mendapat dukungan dari koloni Inggris dikarenakan Raja Rama V pernah mengenyam pendidikan privat dari Anna Leonowens berkebangsaan Inggris. Dari hasil pendidikan tersebut Raja Rama V bersedia menerima perubahan modernisasi di Siam. Siam bekerja sama dengan koloni Inggris dengan upaya tetap menjaga diplomasi agar kedua belah pihak mampu menjadi partner baik untuk perubahan social, ekonomi dan modernisasi di Siam itu sendiri. Hal tersebut terbukti dengan sector ekonomi di Siam dipegang oleh kedua belah pihak dan pihak-pihak tersebut berkontribusi dengan atas pemasangan jalur-jalur rel kereta api di wilayah Siam. Di Vietnam yang dulunya masih dikuasai oleh Siam terdapat Dinasi Nguyen berdiri sejak ahun 1857, namun disisi lain wilayah tersebut masih dikendalikan oleh Perancis. Perancis membangun koloni di wilyah tersebut sebagai dalih unukmelindungi para misonaris Perancsi di wilayah timur Indochina atau sekarang biasa disebut Vietnam, Laos, Kamboja.

        Pada tahun 1883, dinasti Nguyen segala urusan internal beserta eksternal berada di bawah kekuasaan Perancis. Dinasti Nguyen diberikan posisi yang sama namun segala urusan pemerintahannya berada di bawah kendali Perancis. Setelah berhasil menguasai wilayah Vietnam, kemudian Perancis berfokus ke bagian barat yaitu wilayah Kamboja. Pada tahun 1884, Perancis menocba menguasai wilayah tersebut agar Kamboja jauh dari pengaruh Siam dan Inggris. Raja Kamboja Norodom, dipaksa oleh Perancis untuk menandatangani kesepakatan sekaligus menyerahkan wilayah kekuasaannya untuk Perancis. Pada tahun 1893 terjadi gencatan senjata antara Perancis dan Siam di wilayah sungai Mekong. Perancis meluncurkan kapal perangnya ke pantai Bangkok untuk menguasai bagian Timur Sungai Mekong. Siam kala itu memiliki sekutu Inggris meminta bantuan, namun Inggris tidak ikut campur atas masalah tersebut, namun pada akhirnya Sungai Mekong bagian Timur berhasil ditaklukkan Perancis. Pada tahun 1896 Perancis berusaha menaklukkan seluruh wilayah Siam berusaha untuk embagi rata dengan Inggris. Perancis menawarkan bagian wilayah sebelha barat Sungai Chao Phraya apabila Inggris bersedia menaklukkan Siam. Negosiasi antara Siam, Perancis dan Inggris pun dilakukan dengan hasil negosiasi tersebut adalah wilayah Siam sebagai daerah Penyangga (buffer Zone) anatar Inggris dan Perancis. Konflik potensial antara kedua Negara tersebut dapat dicegah apabila inggris dan Perancis tidak berbatasan langsung di wilayah Siam. Pada tahu 1907 Perancis membuat penawaran yaitu apabila Siam bersedia menyerahkan wilayahnya di bagian hilir Sungai Mekong maka Inggris akan melepaskan Semenanjung Malaka bagian Utara.

        Kendati demikian Siam banyak kehilangan wilayahnya dari kekuasaan Perancis dan Inggris, namun kerap kali Siam anya melakukan negosisai dan Siam berhasil menjadi Negara satu-satunya yang tidak dapat dijajah oleh bangasa Eropa. Hingga pada abad ke-13 Siam berubah nama menjadi Thailand. Thailand yang merupakan Negara satu-satunya yag tidak dijajah. Di dalam artikel penelitian ini adalah menujukkan adanya gerakan diplomasi yang melatar belakangi mengapa Negara siam tidak dijajah. Pemanfaatan sumber kepustakaan sebagai metode utama sebagai pembuatan jurnal Gerakan Diplomasi Negara Thailand. Pada awalnya tujuan dari diplomasi terhadap koloni Inggris adalah untuk melawan aturan 5 yang di buat oleh Inggris karena di nilai terlalu memberatkan orang Thailand serta aturan aturan yang menindas. Namun seiring berjalannya proses dalam melawan Inggris, orang Thailand mulai menyadari bahwa keinginannya tidak hanya bebeas tapi juga mencegah jajahan itu terjadi dan yang terlepas dari Inggris. Negara Thailand dan diplomasi dengan para koloni tidak hanya sebagai suatu rangkaian pertempuran tetapi mampu memberikan hasil berupa kemerdekaan bagi bangsa Siamitu sendiri. Thailand juga memiliki budaya juga berpengaruh terhadap sistem pemerintahan, sosial, dan budaya di berbagai Negara-Negara di Asia Tenggara lainnya.

Penulis            : Nur Ummi Taslimah    210210302033

Referensi        :

Ricklefs, M. C. dkk. (2013). Sejarah Asia Tenggra Dari Masa Prasejarah Sampai            Kontemporer. Jakarta: Komunitas Jambu

Rizki, M. (2010). Hubungan Siam-Inggris Ditinjauh Dari Kasus Perjanjian          Bowrning Pada Masa Raja Mongkot (1851-1868). Skripsi, Depok         Universitas Indonesia, 2010. Hlm 14-16