HMPKELAMAS.COM - Pada saat kedatangan bangsa India, banyak sekali hal yang mulai bermunculan mengikuti kedatangan bangsa tersebut yang membawa perubahan bagi masyarakat wilayah tersebut. Diantaranya adalah pesoalan agama yang diimpor tanpa memiliki konsep Fundamental baik bagi hindu dan budha sehingga memiliki presepsi masing masih di wilayah Asia Tenggara.
Hal tersebut ditambah dengan banyaknya
wilayah Asia Tenggara yang melebarkan kekuasaanya ke wilayah yang saat ini
menjadi wilayah India. Seperti orang
Burma yang bisa menyerap budaya India
ketika mereka menjajah Lembah Irrawaddy, yang disebut Mons Talaings,
mungkin menunjukkan hubungan budaya mereka dengan Telingana di India Selatan.
Dalam hal agama, terdapat istilah
Hinduisasi yang banyak digunakan untuk menggambarkan pengaruh wilayah India di
Asia Tenggara. Meskipun demikinan, pengaruh Budhalan yang telah berusaha dengan
Keras dan kemudian masih bertahan di berbagai wilayah di Asia Tenggara di saat
Hinduisme mulai menghilang bahkan sebelum kedatangan agama Islam. Buddhisme
ettap mendapatkan pengaruh yang besar dari wilayah yang telah memiliki banyak
hal tersebut.
Penerapan makna yang begitu luas pada kata
'Hindu' bukannya tanpa bahaya, karena dalam penggunaan biasa istilah 'Hindu'
dan 'Buddha' ada perbedaan yang jelas berdasarkan poin-poin nyata dari
perbedaan. Akan tetapi, dalam sejarah kedua agama di Asia Tenggara, tidak
selalu mudah untuk menarik garis pemisah yang jelas di antara mereka, khususnya
dalam kasus Buddhisme Tantrayana, yang menunjukkan ciri khas Hindu, dan bahkan
kadang-kadang, seperti dalam kultus SivaBuddha di Jawa abad ke-13, menentang
klasifikasi yang tepat. Selain itu, bahkan di negara-negara di mana Buddhisme
berlaku, para Brahmana memainkan peran upacara yang penting, terutama di
Istana, dan masih melakukannya di Burma, Siam, dan Kamboja, meskipun mereka
sangat berbeda dari rekan-rekan mereka di India. Dalam survei ini, beberapa
ketidakjelasan dalam penggunaan istilah 'Hindu' mungkin tidak dapat dihindari.
Konteksnya, bagaimanapun, diharapkan, akan mencegah terjadinya kerancuan makna.
Dalam melakukan penyebaran, teori yang
paling kuat dalam penyebaran agama itu adalah teori Brahmana. Hal ini
dikarenakan hanya golongan ini lah yag memiliki wewenang penuh dalam melakukan
penyebaran pada agama Hindu-Budha. Hal ini juga diperjelas dengan ditemukannya
berbagai artefak hingga bacaan yang menggunakan bahasa sansekerta yang
merupakan bahasa utama dari berbagai kitab dan upacara keagamaan sehingga hanya
golongan brahmana yang mengetahuinya secara pasti.
Meskipun mampu menarik banyak pengikut dan peminat di kawasan asia tenggara, namun masyarakat di kawasan tersebut tetap bisa dan mampu menjaga berbagai kebudayaan yang dimiliki oleh mereka.dalam perkembangannya, meskipun dalam hal ekonomi tidak erlalu berpengaruh, dalam hal kehidupan sosial telah banyak dipengaruhi oleh budaya hindu akibat dari munculnya sistem kasta mulai digunakan. Pengaruh dari agama hindu ini masih terus dilakukan hingga muncul dan menguatnya ajaran dari kelompok dan pendakwah agama Islam yang dating dari asia Timur.
Penulis : Sidiq Wicaksono (210210302034)
Referensi :
Hall, D. (1981). A History of South-East Asia.
London: THE MACMILLAN PRESS LTD.
Mishra, P. P. (2021). India’s Historical Impact on Southeast Asia. EDUCATION ABOUT ASIA , 1-7.
Zulkarnain. (2020). PENGARUH HINDU BUDHA DAN KRISTEN DI ASIA TENGGARA. ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah , 1-16.
Social Footer