Gambar 1 Masjid di Singapura
HMPKELAMAS.COM - Penyebaran Islam yang ada di Asia Tenggara ini cukup masih massif, terlebih lagi jalur perdagangan yaitu jalur sutra ini sudah ditemukan sehingga banyak pedangan melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Asia Tenggara. Dan Islam sendiri telah datang pada abad ke-7M menurut beberapa sumber. Seperti halnya dengan kedatangan Islam di Indonesia, menurut Arnold, dia mengungkapkan atas dasar penemuan sumber-sumber Cina yang mencatat seorang pedagang Arab telah datang ke Sumatra dan mendirikan kampung Arab di pesisir pantai Sumatra. Ada pendapat lain dari J.C. van Leur menyebutkan bahwa kelompok masyarakat Arab sudah ada di tahun 674M di tepi barat Sumatra yaitu Barus. Barus sendiri merupakan daerah penghasil kapur barus yang terkenal sejak tahun itu. Hal ini dapat dibuktikan dengan catatan perjalanan pengembara yang sampai di wilayah Asia Tenggara.
Terlebih lagi, penyebaran hingga Semenanjung Malaya atau yang lebih dikenal dengan Singapura. Singapura ini adalah Negara kecil yang terletak di Asia Tenggara yang berbatasan dengan Indonesia bagian barat. Menurut jurnal yang berjudul”Tumasik: Sejarah
Awal Islam di Singapura (1200-1511 M)” yang ditulis oleh Asep Saefullah, dikatakan bahwa nama Singapura adalah nama modern yang terletak di selat Malaka. Dan nama Singapura memiliki keterkaitan dengan Thomas Stanford Raffles yang membuat proyek yang bernama “Singapore” pada tahun 1818 karena Belanda telah merebut Jawa dari Inggris. Sehingga dia pergi dan menemui Temanggong Sri Maharaja untuk menandatangani sebuah perjanjian yang berisikan penguasaan pulau Singapura pada tanggal 19 Januari 1819.
Dan untuk kedatangan Islam di Singapura, ahli Sejarah memiliki pendapat yang berbeda beda mengenai kapan dan masuknnya Islam di Singapura, Dari kajian ini kita dapat tarik kembali teori-teori kedatangan Islam di Asia Tenggara yang memiliki 5 macam teori yang dapat ditarik kesimpulan bahwa letak geografis ini mempengaruhi atau posisi strategis adalah suatu hal penting sehingga menjadikan Singapura sebagai wilayah transit perdagangan di kawasan Asia Tenggara, memanfaatkan transit perdagangan ini membuat pusat informasi dakwah Islam di Singapura, baik di era Kesultanan Malaka ataupun era Kolonial. Peranan ini membuat Islam semakin kecil dengan Singapura mulai memisahkan diri dari Malaysia sebagai Negara federasi, dan Islam menjadi agama minoritas.
Singapura dulu mendapat predikat sebegai wilayah yang baik dalam perdagangan karena posisinya cukup strategis sehingga mempunyai peranan dalam penyebaran agama Islam di Singapura. Dahulu Singapura menjadi kota pelabuhan dan selalu ramai oleh pedagang dari berbagai Negara, termasuk India, Persia, Arab dan Eropa. Singapura juga dahulu memiliki julukan yaitu kota laut karena posisinya cukup strategis tempatnya sehingga banyak orang ingin sekali menguasai Singapura itu.
Hal ini menjadikan Sriwijaya menguasai Singapura, dengan mengotrol pelabuhan itu kerajaan Sriwijaya sangat kaya berkat perdagangan Internasional yang dilakukan di Singapura. Sepanjang jalur perdagangan, sangat terkenal yaitu jalur Malaka-Cina yang merupakan jalur yang sangat menguntungkan untuk para pedagang untuk beristirahat atau membuat kehidupan baru disana. Dan saat kekuasaan Sriwijaya masih berlangsung, kawasan tersebut tumbuh dan kekuasaan beralih ke Kesultanan Malaka yang mulai berkembang.
Lalu ada perlindungan dari Cina, Malaka ini tumbuh sebagai Sriwijaya yang baru dengan pintu masuk Semananjung Malaya dan langsung mengukuhkan pelabuhan-pelabuhan di Semenanjung Malaya serta pantai utara Sumatera. Perkembangan Islam semakin kuat hingga ada wilayah kekuasaan mulai dari Trengganu, Kelantan, Kampar, Siak, Rokan, hingga Indragiri.
Sejak masuknya Islam, Malaka menjadi pusat agama Islam di Asia Tenggara dan masa Kejayaan dipegang oleh Sultan Mansyur Syah di abad 14. Tidak hanya berurusan dengan perdagangan, Malaka juga menjadi tempat politik dan diplomasi. Ketelibatannya mengasosiasikan Islam adalah kekuatan utama dalam kekuasaan.
Dan sekarang Singapura menjadi Negara yang memilii etnis yang berbeda-beda, mulai dari Cina,India, hingga Melayu. Dan Islam di Singapura menjadi minoritas dimana hanya kurang dari 15 persen, dan rata-rata pemeluknya dari Melayu, Pakistan, India dan Arab.
Penulis: Tiara Nandini Nariswari (210210302028)
Referensi
Saefullah, A. (2016). Tumasik: Sejarah Awal Islam di Singapura (1200-1511 M). Jurnal Lektur Keagamaan, 14(2), 419‒456. https://doi.org/10.31291/jlk.v14i2.507.
Adryamarthanino, V. 2022. Sejarah Islam di Singapura. https://www.kompas.com/stori/read/2022/04/08/160000879/sejarah-islam-di singapura?page=all. [Diakses 19 Juni 2023]
Social Footer