Ketika Vasco da Gama tiba di Samudera Hindia, ia menemukan suatu jaringan perdagangan yang sangat luas yang telah berusia berabad-abad. Dalam jaringan perdagangan itu terdapat puluhan bangsa sebagai pelaku ekonomi. Selama kehadirannya di Asia selama lebih dari satu abad itu, orang Portugis tidak mengubah jaringan rumit yang mereka temukan itu, tetapi mereka menyesuaikan diri dengannya. Orang Portugis menyatu dalam jaringan itu dan menjadi salah satu pelaku perdagangan di samping puluhan bangsa lainnya yang sudah ada terlebih dahulu. Wilayah geografis yang dimasuki orang Portugis di Asia itu sesungguhnya dapat dibagi dalam tiga bagian besar.Masing-masing wilayah itu relatif otonom tetap terkait erat satu sama lain dengan ribuan jalur perdagangan darat maupun laut.

Salah satu dari wilayah tersebut adalah bagian Timur Samudera Hindia, termasuk Asia Tenggara. Ketika Vasco da Gama dan Alfonso de Albuquerque memasuki wilayah ini, di sini terdapat puluhan kerajaan kecil mulai dari India hingga Asia Tenggara yang bercorak Hindu maupun Islam. Sejak abad XIII, agama Islam menyebar ke India dan sebagai akibatnya muncullah berbagai kerajaan Islam, antara lain yang paling besar adalah Delhi. Proses unifikasi baru terjadi sejak penguasa Kabul, Babur, memasuki India dan mendirikan kerajaannya di Agra. Sultan Akbar (1556-1605) dan Sultan Jahanggir (1605-1627) adalah penguasa-penguasa yang berhasil merampungkan unifikasi itu.

Pada tahun 1573, Kerajaan Gujarat ditaklukkan Portugis, kemudian Benggala pada tahun 1576, Sind pada tahun 1590, dan Orissa pada tahun 1592. Kerajaan Moghul itu kemudian dari tahun 1573-1575 mengadakan kerjasama dengan orang Portugis.

Di Asia Tenggara tidak pernah terjadi proses unifikasi. Namun, di sini Islam menjadi dominan bersama perdagangan maritim. Perdagangan maritim mengakibatkan urbanisasi di Asia Tenggara, terutama di wilayah pesisir. Sistem ekonomi uang juga mulai muncul di wilayah perdagangan itu. Pertumbuhan ekonomi yang pesat mulai tampak sejak abad XV, ketika terbina hubungan dengan Cina (Zheng He). Rempah-rempah dari Indonesia membanjiri Cina, dan dari Cina menyebar juga ke wilayah lain. Dengan hadirnya Portugis sejak abad XVI, pertumbuhan ekonomi maritim itu makin pesat. Kebudayaan Asia Tenggara merupakan suatu perpaduan serasi antara unsur-unsur lokal dan unsur-unsur budaya India, Islam, dan Cina. Pusat- pusat perdagangan maritim yang berjumlah ratusan itu terkait dengan perdagangan antarbenua melalui pelabuhan-pelabuhan Malaka, Gujarat, Malabar, dan Benggala. Melalui berbagai perjanjian dan persekutuan.

Penulis        : OBAID AKBAR RAMADHANI 200210302053

Referensi    :

Imran, A. dkk. 2012. Indonesia dalam arus sejarah jilid IV: Kolonialisasi dan Perlawanan. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.