Macam-macam
peninggalan artefak perunggu yang bercirikan kebudayaan Dongson diantaranya
nekara, candrasa, moko, kampak sepatu, bejana, pedang pendek, boneka dan pisau
pemotong. Adapun ciri khas dari kebudayaan ini kaya dengan ornamen dan
kemahiran dalam seni tuang perunggu nampak pada motif hias serta kaya ornamen. Hal
tersebut menunjukkan bahwa para pembuatnya, perajin-perajin Dongson memiliki
selera estetika dan kemahiran yang tinggi. Kemahiran seni tuang perunggu dan
penambahan pengembangan bentuk ornamen tersebut kemudian ditularkan kepada
seniman sezaman di wilayah Asia Tenggara. Seperti contoh gambar diatas yang
merupakan salah satu nekara oerunggu dari Sông Đà, Vietnam.
Artefak perunggu Dongson dapat dianggap
sebagai salah satu peradaban pengikat bangsa-bangsa dari Asia Tenggara. Secara
keseluruhan kebudayaan ini dapat dikatakan hasil budaya dari para
migrasi-migrasi khususnya orang-orang Austronesia yang sudah meneap di kawasan
Asia Tenggara tepatnya di pesisir Annam. Kebudayaan Dongson ini merupakan hasil
karya dari kelompok tersebut.
Pengaruh China juga ikut berkembang pesat
serta mempengaruhi kebudayaan Dongson. Yang dimana China memang salah satu
negara yang paling banyak mempengaruhi asia tenggara dilihat dari asal usulnya,
baik dalam segi budaya agama dan sosial. Pengaruh China yang ikut
memengaruhi Kebudayaan Dongson dibuktikan dengan adanya ekspansi penjajahan
China yang mulai turun ke perbatasan-perbatasan Tonkin. Hal tersebut terlihat dari motif-motif hiasan Dongson yang juga
memberikan model benda-benda perunggu China pada masa kerajaan-kerajaan
Pendekar. Itulah sumber utama seni Dongson yang berkembang sampai
penjajahan Dinasti Han yang merebut Tonkin pada tahun 111 SM. Meski demikian, kebudayaan
Dongson kemudian juga memengaruhi kebudayaan Indochina selatan terutama
kesenian Cham.
Agama dan kepercayaan juga bisa dilihat dari artefak
peninggalan Dongson ini. Dari motif-motif nekara yang banyak dijumpai
menunjukkan pengaruh dari China serta simbol-simbol yang menunjukkan kegiatan
berburu serta meramu. Seperti contoh symbol matahari dan katak yang dikatakan
sebagai symbol air yang menunjukkan kegiatan pertanian. Jadi dapat disimpulkan
bahwa memang dulu fungsi dari nekara digunakan sebagai upacara ritual keagamaan
dan menggambarkan kehidupan masyarakat Dongson mulai dari perburuan, meramu dan
kematian.
Social Footer