Cover
Kereta Api Pandalungan rute Gambir-Jember (Sumber: Detik.com)
HMPKELAMAS.COM - Kota Jember merupakan kota yang terletak di provinsi Jawa Timur. Secara sosial, berbagai suku dan budaya hidup rukun di kota Jember. Masyarakat Jember sangat membudayakan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong dan adat istiadat selain itu budaya pandalungan sangat kental di kota ini. Pandalungan adalah budaya jawa dan madura yang menjadi satu, dan di kota Jember budaya pandalungan sangat kental. Ada berbagai acara tradisi dan budaya yang rutin diadakan, seperti Jember Fashion Carnaval yang sangat terkenal hingga di kancah Internasional. Pada sector ekonomi, Kota Jember memiliki sektor pertanian yang kuat. Daerah ini merupakan penghasil penting produk pertanian seperti kopi, tembakau, tebu dan sayuran. Kota Jember dijuluki sebagai kota tembakau karena sector pertanian tembakau yang cukup besar. Sebagian besar penduduk kota Jember bekerja di bidang pertanian dan perkebunan, selain sektor pertanian dan perkebunan yang berkembang pesat, produksi perikanan di kota Jember juga cukup besar, karena sebagian wilayahnya yang merupakan pesisir pantai.
Pertumbuhan ekonomi kota Jember juga ditopang oleh perdagangan dan industri. Terdapat banyak mall, pertokoan dan pasar tradisional yang menjadi pusat kegiatan ekonomi kota ini. Industri kecil dan menengah juga berkembang pesat, termasuk industri makanan, tekstil, dan kerajinan. Pemerintah Kota Jember telah berupaya meningkatkan pembangunan sosial ekonomi melalui program-program seperti pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan akses pendidikan dan kesehatan. Pariwisata juga merupakan sektor yang sangat berkembang dengan potensi wisata alam dan budaya yang besar di kota Jember. Namun seperti banyak kota lain, Jember menghadapi tantangan sosial dan ekonomi. Isu-isu yang perlu ditangani antara lain ketimpangan ekonomi, pengangguran dan masalah infrastruktur.
Tampaknya salah satu penyebab utamanya, selain infrastruktur yang buruk, adalah kurangnya transportasi, dan masih banyak masyarakat kota Jember yang masih tinggal di daerah jauh dari pusat kota. Untuk pembangunan infrastruktur, Pemkab Jember juga berupaya mengembangkan sektor transportasi, termasuk kereta api. Munculnya kereta api sebagai moda transportasi tidak terlepas dari upaya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mengatasi kesulitan yang dihadapi. Transportasi massal sangat penting di wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Kebutuhan akan transportasi massal tidak hanya untuk transportasi sehari-hari, tetapi juga untuk distribusi barang dari kota ke kota lainnya.
Kemajuan teknologi transportasi mendorong modernisasi dan industrialisasi pembangunan ekonomi masyarakat. Di masa sekarang, ramainya transportasi di jalan raya membuat masyarakat memilih menggunakan kereta api sebagai alternatif lain dalam perjalanan jarak jauh. Selain mudahnya akses perjalanan, biaya yang dikeluarkan pun tidak semahal menggunakan transportasi umum lainnya. Tidak ingin kalah, kota Jember pun telah meluncurkan kereta api Pandalungan dengan rute Jakarta-Jember. Kereta ini resmi di luncurkan pada 1 Juni 2023. Bupati Jember turut serta mengikuti acara peluncuran kereta api pada kamis, 1 Juni 2023 lalu. Peluncuran KA Pandalungan ini merupakan implementasi peningkatan pelayanan KAI seiring dengan pemberlakuan Grafik perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2023. Kereta Api Pandalungan ini menjadi salah satu kereta api dengan rute terpanjang dengan jarak kurang lebih 919 km dengan waktu tempuh selama 13 jam. Bupati Jember, Hendy Siswanto menyebutkan bahwa dengan di luncurkannya kereta api pandalungan dapat memudahkan masyarakat Jember yang bekerja ataupun akan melangsungkan perjalanan ke ibu kota tanpa harus macet-macetan di jalan.
Kereta Api Pandalungan ini juga mampu menambah eksistensi kota Jember di bidang ekonomi dan pariwisata. Banyaknya tempat wisata di kota Jember mampu menarik wisatawan untuk datang, dengan adanya kereta api dapat menjadi alternatif wisatawan untuk berkunjung ke kota Jember. Dilansir dari sumber Detik.com Bupati Jember Hendy Siswanto menyebutkan jika keberadaan moda transportasi kereta api dari Jember-Jakarta bisa mendorong potensi ekonomi dan wisata yang ada di Jember. "Karena saat ada event di Jember, dengan dukungan moda transportasi mudah. Maka menjawab keraguan untuk ke Jember. Liburan datang ke sini (Jember). Apalagi dalam waktu dekat ada event internasional JFC. Jadi saat datang ke Jember, tidak bingung lagi mau naik apa. Transportasi sudah ada," tukasnya. Kondisi sosial ekonomi kota Jember juga mulai membaik dari pada sebelumnya. Sebelumnya banyak tempat-tempat wisata yang tidak tereksplor di kota Jember serta tidak diberi perhatian oleh pemerintah setempat, serta banyak masyarakat kecil yag kurang diperhatikan kesejahteraannya, namun beberapa tahun terakhir kondisi sudah mulai membaik. Kondisi kota Jember sudah mulai kondusif dan sudah mulai mampu bersaing dengan kota-kota lainnya. Dengan banyaknya kemajuan ini mampu membawa kota Jember menuju kota yang maju. Seperti slogan yang selalu diucapkan oleh bupati Jember "Wis wayahe Jember bangkit" yang menjadi harapan serta cita-cita seluruh masyarakat Jember.
Penulis: Rifda Amanda Nur Shabrina (220210302070)
Referensi
Pranoto, E. (2020). Jalur Trem Rambipuji-Balung-Puger: Penghubung Sosial Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Jember Tahun 1913-1930. Historia, 3(1), 16-24.
Nawiyanto, 1966-. (2008.). The Development of plantations in Jember during the late colonial period 1859-1942 / Nawiyanto. Yogyakarta :: Lembah manah,.
Nawiyanto, Terbentuknya Ekonomi Perkebunan di Kawasan Jember. Yogyakarta: Laksbang Pressindo, 2018.Setiady,Elly M. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar,Jakarta: Kencana, 2005.
Social Footer