HMPKELAMAS.COM - Abstrak
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu mengumpulkan sumber penelitian dari penelitian terdahulu dalam bentuk jurnal atau sumber publikasi ilmiah lain yang sesuai. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mencari tahu kondisi sosial ekonomi Desa Gumukmas pada 2004 dari segi geografis, mata pencaharian warganya dan penghasilan warganya kemudian dikaitkan dengan tingkat pendidikan warganya sebagai tolak ukur kesejahteraan sumber daya manusia di Desa Bangorejo
Kata kunci: Sosial, Ekonomi, Desa Bangorejo
Abstract
This study uses qualitative research methods, namely collecting research sources from previous research in the form of journals or other appropriate scientific publication sources. This study aims to find out the socio-economic conditions of Gumukmas Village in 2004 in terms of geography, the livelihoods of its residents and the income of its residents, then it is linked to the level of education of its citizens as a benchmark for the welfare of human resources in Bangorejo Village.
Keywords: Social, Economy, Bangorejo Village
Pendahuluan
Petani atau Agrikulturalis merupakan seseorang yang aktivitas perekonominanya bergerak dibidang pertanian, kegiatan seorang petani adalah mengolah tanah agar dapat menumbuhkan kemudian dapat memelihara tanaman yang hasilnya nanti dapat digunakan sendiri atau dijual ke orang lain.
Berdasarkan data BPS, jumlah petani di Indonesia pada tahun 2004 mencapai 40.609.019 Jiwa, di Jember tepatnya di Desa Bangorejo Kecamatan Gumukmas mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani. Warga yang bekerja sebagai petani sebanyak 6.214 jiwa, 4,023 sebagai buruh tani, peternak sebanyak 3904 jiwa, industri besar/kecil sebanyak 4 jiwa, pedagang sebanyak 388 jiwa, pegawai negeri sebanyak 138 jiwa, jasa atau yang lainya sebanyak 13 jiwa. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa 69,72% warga Desa Bangorejo memiliki mata pencaharian di sektor pertanian.
Perekonomian petani pada 2004 penulis rasa belum terjamin karena angka pendapatan yang rendah yang kemudian berdampak pada rendahnya tingkat pendidikan yang mengakibatkan keterbatasan pemikiran pada petani untuk mengikuti inovasi di sektor pertanian yang ada pada kala itu.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu mendeskripsikan dan menguraikan penelitian yang dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu dan merelvansikanya dengan hal yang akan peneliti teliti.
Hasil dan Pembahasan
Desa Bangorejo merupakan daerah dataran rendah yang memiliki luas 1.238.630.5 ha yang terletak pada ketinggian 10 m dari permukaan laut. Dengan dataran rendah yang seluas itu, penggunaan tanahnya pun dibedakan menjadi pemukiman, bangunan, pertanian sawah, ladang dan lain - lain. Desa Bangorejo memiliki memiliki produksi pertanian yang bisa dikatakan sangat tinggi diantara produk pertanian yang ada, yaitu sebesar 6,10 ton.
Dengan produksi pertanian yang tinggi itu, kepala keluarga petani rata- rata 457,291,00 perbulanya, penghasilan yang bisa dikatakan rendah inilah yang kemudian menjadi sebab rendahnya tingkat pendidikan warga di Desa Bangorejo. Hal ini kemudian dibuktikan dengan adanya data yang peniliti sebelumya dapatkan.
Dari 1637 warga yang hidup dilingkungan Desa Bangorejo, tercatat ada sebanyak 2.500 warga yang belum sekolah, 4346 warga yang tidak sekolah, 2622 warga yang masih sekolah, 2191 tidak tamat SD, 2895 Tamat SD, 124 warga tidak tamat SMP, 724 warga tamat SMP, 81 warga tidak tamat SMA, 662 tamat SMA, 72 warga D1, D2, D3, 60 warga tamat S1 dan 70 warga kejar paket A/ Ujian persamaan.
Dengan diketahuinya jumlah warga yang bekerja di sektor pertanian sebanyak 69,72% dari total mata pencaharian yang ada dan gaji kepala keluarga yang bekerja sebagai petani rata-rata sebesar Rp. 457,291,00 serta tingginya jumlah warga yang belum sekolah dan tidak sekolah. Maka dapat dikatakan profesi petani dengan gaji yang rendah ini merupakan salah satu faktor rendahnya pendidika di Desa Bangorejo
Simpulan
Secara geografis Desa Bangorejo memiliki wilayah yang strategis untuk sektor pertanian, dan hal itu terbukti dengan tingginya hasil pertanian pada Desa Bangorejo. Tapi, gaji petani dan buruh tani yang masih relatif rendah. Hal ini menyebabkan sempitnya pengetahuan dari para petani dan hal ini yang menyebabkan petani pada kala itu tidak mampu mengikuti inovasi yang ada. Menurut peneliti, kondisi sosial warganya yang potenisal tak mampu membuat sejahtera warga desa Bangorejo.
Penulis: Fandi Achmad Fahrezi (220210302064)
Referensi
Sri Wulandari, (2005). Faktor Sosial Ekonom yang Mempengaruhi Tingkat Partisipasi Kerja Anggota Keluarga Petani di Desa Bangorejo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. Unviersitas Jember.
Wiko S, Jastini Yuliana Ayu, dan Andrean Jori, Pembiayaan Pendidikan Indoneisa: Menuju Millineum Development Goals (MDGS), Universitas Andalas Padang
Social Footer