Sumber : Yongki Andrian Firmansyah
HMPKELAMAS.COM - Muncar Merupakan daerah penghasil ikan terbesar kedua di Indonesia. Nama Muncar seringkali dikaitkan dengan aromanya yang khas dan aktivitas ekonomi masyarakatnya yang tak pernah sepi. Dari zaman kolonial hingga sekarang Muncar masih mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia.
Muncar berada pada sebelah timur Kabupaten Banyuwangi berbatasan dengan selat Bali serta berada pada wilyah wisata teluk pampang dan bagian barat berbatasan langsung dengan Tanjung Sembulungan yaitu pegunungan di tengah laut muncar.
Kecamatan Muncar menyubanng 7,96 % dari jumlah total 1,7 juta penduduk Banyuwangi di tahun 2021 yang membuat Muncar Kecamatan dengan penduduk terbanyak dan terbesar di Banyuwangi. tidak usah heran jika kegiatan masyarkat Muncar gak pernah padam. di tahun 2009 Kecamatan Muncar resmi menjadi kawasan Menopolitan, yaitu pembangunan tempat ekonomi kelautan dan perikanan berbasis prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas serta akseleras
Mulai Pudarnya Menalpolitan Muncar
Pada satu dekade terahir, Keacamatan Muncar berkembangtang lebih besar dan ramai. Anggaran ratusan miliyar di keluarkan untuk pelabuhan perikanan terbesar kedua di Indonesia ini tujuanya untuk penataan ulang dan perbaikan infrastuktur di Kecamatan Muncar. Namun justru pembangunan tersebut membawa dampak negatif bagi perekomomian masyarakat dan ekologi di perairan Muncar. Kelestarian laut dan ekosistem tertanggu setelah proyek ini berlangsung, Nelayan sekarang mulai susah untuk menangkap ikan karena biasanya cakupan wilayah penangkapan hanya sampai ke balik Tanjung Sembulungan, namun kini mereka harus merambah ke Selat Bali ataupun batas Samudra Hindia di selatan. karena biasanya cakupan wilayah penangkapan hanya sampai ke balik Tanjung Sembulungan, namun kini mereka harus merambah ke Selat Bali ataupun batas Samudra Hindia di selatan.yang tentu sangat jauh dari Pelabuhan mereka mengaku jika di bandigkan demgan sekitar 20 tahun terahir.jumlah ikan yang di tangkap nelayan jauh menurun.ini terjadi karena overfishing atau mencari ikan berlebihan sejak 2010.
Limbah rumah tangga dari sungai yang mengalir ke arah laut juga menjadi salah satu faktor pencemaran air laut.Pembanguna pabrik industri yang tidak sama sekali memperhatika lingkungan dengan limbahya yang tidak olah membuat Muncar mengalami Degradasi.Hal ini membuat pendapatan perkapita Kabupaten Banyuwangi mengalami penurunan di sektor perikanan.Pada tahun 2021 jumlah perikanan tangkap di Banyuwangi menyentuh angka 43.575,10 ton.Dengan jumlah terbanyak perikanan laut dengan41.647,10 ton. Muncar menjadi daerah dengan perikanan tangkap terbanyak sebesar 19.696,50 ton. Jumlahnya menurun dari tahun 2020 yang menyentuh angka 23.641,40 ton dan 2019 yang menyentuh angka 61.826,90 ton. Hal ini menunjukkan kondisi sektor perikanan Kecamatan Muncar yang relatif menurun tiap tahunnya.
Manfaatkan sektor pariwisata buat tambahan ekonomi
Selain sebagai pelabuhan perikanan tempat ini juga bisa di jadikan tempat wisata bahari. Luas dan panorama yang di miliki bisa menjadi daya tarik. Bagi wisatawan kususnya anak anak, Muda tempat ini juga bagus untuk melihat sunrise karena berada di ujung timur pulau jawa.selain itu pelabuhan Muncar juga di gunakan acara festival budaya misalnya aja petik laut. Petik laut adalah acara rutin setiap tahun. Acara yang sudah berlangsung sejak tahun 1901 ini akan mengundang banyak orang untuk datang secara tidak ini akan membuat perekonomian masyarkat Muncar mengalami kenaikan walapun hanya berlangsung sementara .Petik laut ini menjadi harapan besar masyarakat Muncar untuk mengahasilkan ekonomi atau menambah pundi-pundi penghasilan walau hanya berlangsung kurang lebih sebulan
Di Muncar wilayah wisata tidak sebatas pelabuhan saja namun pantai pantai yang ada di sekitarnya juga bisa di kembangan sebagi objek wisata.Muncar memiliki beberapa yang bisa menjadi tambahan di kembangkan di antaranya pantai gumok kantong,Pantai satelit, dan kawasan hutan Manggrove teluk pampang.nantinya wisata ini dapat menyerap bagian kerja baik di bidang pengolaan , pelayanan maupun kuliner. Pengemabangab ekonomi berbasis UMKM yang memanfaatka sumber daya tersedia juga menjadi alterntif dari pada ikan Cuma di jual mentah ikan bisa di olah kuliner lain dengan harga jual tinggi contoh : UMKM keripik ikan, pengeringan ikan sehingga efeknya bisa menyebar ke pendapatan ekonomi masyarakat .Sekarang banyak nelayan yang berpindah ke. Budidaya di tambak dari data BPS Kabupaten Banyuwangi pada 2021 sebesar 311 lahan di muncar di jadikan tempat budidaya ikan tambak dan 278 di jadikan sebagai kolam budidaya.
Daerah perikanan muncar berperan besar dalam dalam mengubah mata pencaharian masyarakat , serapan energi. Buruh akan menaikkan serapan perekonomian tarah hayati masyarakat kurang lebih. tetapi bayang-bayang kegelapan mengitai di balik industri ini dampak yang pada timbulkan cukup dampak makro mulai asal lingkungan serta sosial maupun ekonomi sendiri. Penangaanan limbah yang plakukan sang pemerintah pada di halangi sang orang-orang tidak bertanggung jawab dengan alasan tidak lain demi keutunganlangsung.limbah minyak ikan dan tepung ikan yang biasannya pada buang pabrik pada ambil dan jadikan ladang mencari rezeki yg di perjualkan bebas dengan ini tentu kesehatan masyarakat yang menkomsumsi terancam Disini kiprah pemerintah diharapkan, pengenalan AMDAL pada rakyat harus segera digencarkan. sebab analisis mengenai dampak lingkungan sangat diharapkan pada penanganan suatu industri dan suatu daerah. Harapannya warga bisa lebih sadar perihal bahaya lingkungan yang mengintai saat manusia semena-mena terhadap lingkungan. Selain itu, pelestarian lingkungan jua dilakukan masyarakat menggunakan tak memakai kapal pukat terkini menjadi sarana melaut. Pencegahan overfishing ditujukan untuk menjaga daerah asal ikan dan kelestarian perairan di Muncar demi generasi yg akan tiba.pemerintah jua bisa melakukan penyamaian bibit bibit ikan , penanaman hutan manggrove rehabilitasi terumbu hingga sanita kampung nelayan hal ini merupajan langksh yg baik buat membangkitkan balik minapolitan Muncar lagi sebagai akibatnya nelayan lebih simpel mencari ikan serta akibat tangkapan semakin sedikit demi sedikit , kawasan minaprolitan hsrusya terintregasi dan di sesuaikan dengan kebutuhan nelayan agar terwujud kesejahteraan warga yang tergambar dalam kenaikan pendapatan perkapitan para nelayan serta pengaruhya terhadap bisa menyeluruh ke aneka macam sektor strategi peningkatan wahana serta prasarana yg mendukung subsektor perikanan agar bisa bersaing dengan komoditas perikanan daerah lainnya.
Penulis: Ahamad Fikri Bagaskara (220210302083)
Referensi
Kurniawan, Tony F. 2010. Analisis dan reformasi kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan di Indonesia. Jurnal Online
DKP. 2008. Urgensi RUU Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Atrikel on-line Dinas Kelautan dan Perikanan.
Social Footer