HMPKELAMAS.COM - Dalam
perkembangan Islam, Malaysia memiliki nuansa yang lebih baik, terutama pada
sisi hukum formal dibandingkan dengan negara sekitar Karena konstitusi Malaysia
menjadikan Islam sebagai agama resmi negara. Padahal umat Islam diperkirakan
hanya 60 persen dibandingkan dengan Indonesia yang penduduk muslimnya di atas
87 persen. Ini mungkin lebih tentang membangun fondasi nasional. Malaysia
memiliki landasan yang kuat untuk menerapkan ajaran Islam di masa depan.
Melihat perkembangan Islam di Malaysia sebagai agama resmi negara, ada hal
menarik yang perlu dikaji lebih lanjut. Pasalnya, negara di Selat Malaka itu
adalah satu-satunya negara yang bisa menjadikan Islam sebagai agama resmi
negara.
Penemuan
batu bersurat Trengganu merupakan bukti sejarah yang dapat dijadikan tolak ukur
perkembangan Islam di Asia Tenggara. Prasasti Batu Trengganu bertanggal 4 Rajab
702 Hirjriyah atau setara dengan tanggal 22 Februari 1033 M Kemudian tulisan
juga ditemukan di beberapa tempat prasasti, yaitu pada batu nisan raja Aceh,
Sultan Malik as Saleh tahun 1297 Masehi. Prasasti lain ditemukan di batu nisan
Champa, yaitu tahun 431 Masehi. yang bertepatan dengan tahun 1039 Masehi.
dengan Prasasti di batu nisan yang berasal dari tahun 440 M. atau 1048 M juga
ditemukan di negara bagian Brunnei Darussalam. Penemuan inskripsi-inskripsi
pada batu menunjukkan bahwa Islam tinggal dan tinggal di daerah tersebut. Meskipun
saya menemukan batu Karena surat tersebut bertanggal sekitar abad ke-13, tidak
berarti Islam masuk ke wilayah tersebut pada abad tersebut. Tapi tentu saja
Islam datang dan diterima oleh masyarakat di wilayah tersebut bahkan sebelum
abad ini. Penemuan batu nisan di Tanjung Kedah, Inggris, pada tahun 1965. Batu nisan tersebut bertuliskan nama Syekh Abd
al-Qadir bin Husayn Syah, yang wafat pada tahun 291 M (940 M). Sejarawan Sheikh
Abd al-Qadir adalah seorang pengkhotbah asal Persia. sebuah penemuan Ini adalah
bukti bahwa Islam datang ke Malaysia abad ke-3 Masehi (10M) (Helmiati, 2014: 113).
Dari
kedatangan atau masuknya islam ke wilayah Malaysia mengakibatkan perkembangan
agama islam yang ada di Malaysia. Munculnya pergerakan politik di wilayah
Malaysia yang menjadi salah satu perkembangan agama islam di Malaysia. Kehidupan
beragama adalah pemandangan umum di Malaysia dapat dilihat dan dirasakan.
Masjid dan surau menjadi pemandangan biasa Di seluruh negeri, adzan terdengar
dari menara lima kali sehari. Badan Pemerintah dan bank tutup selama dua jam
setiap hari Jumat agar para pekerja muslim dapat melaksanakan sholat jumat di
masjid. Perjuangan rakyat Malaysia untuk mendirikan masyarakat dan pemerintahan
Islam terus berlanjut. Dukungan masyarakat, yang kemudian bersifat politis Itu
dikembangkan oleh partai-partai dan pengendali negara UMNO (Organisasi Nasional
Melayu Bersatu) dan PAS. Mengenai Partai Islam Seluruh Malaysia (PAS) (Melayu: Partai
Islam SeMalaysia) adalah sebuah partai politik dan gerakan Islam di Malaysia
yang dipimpin oleh Presiden Datuk Seri Tuan Guru Hj Abdul Hadi bin Awang.
(Rohman, 2020) Perkembangan terkini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap Islam (UMNO) dalam pembangunan pusat Islam besar di Putrajaya. Meskipun Malaysia menyatakan dalam konstitusi legal dan formalnya bahwa Islam adalah sebuah agama di negara bagian dan warganya masih bebas untuk menjalankan keyakinan agamanya, tetapi beberapa warga, terutama dari kelompok sekuler dan non-Muslim, telah mencoba mengubah pasal ini. Upaya untuk mempengaruhi ideologi negara. Kekuasaan politik di Malaysia tidak hanya dikuasai oleh dua kekuatan besar, yakni partai UMNO dan PAS. Perkembangan islam terus menerus di jalur Islam di wilayah tersebut, terutama dalam pergerakan politik maupun budaya kiranya tidak terlepas dari perjuangan para ulama, baik melalui lembaga edukatif maupun lembaga politik. Kiprah mereka untuk mendakwahkan Islam terus diperjuangkannya. Gerakan politik Islam didominasi oleh partai politik Meski UMNO yang berkuasa menganut Islam inklusif dan membela nilai-nilai nasionalisme, namun nilai-nilai Islam tetap menjadi garda terdepan dalam kiprahnya. Adapun partai oposisi seperti PAS yang lebih "fundamental" secara etis, partai yang berkuasa memang menerima keinginan mereka. Artinya kedua belah pihak sama-sama diuntungkan dengan keberadaan Islam.
Penulis : Niken Ayu Rahasti 210210302004
Referensi :
Rohman, A. (2020). Perkembangan
Islam dan Gerakan Politiknya di Malaysia. Jurnal Politik Walisongo, 2(1),
27–36. https://doi.org/10.21580/jpw.2020.2.1.3629
Helmiati. 2014. Sejarah Islam Asia
Tenggara. Pekanbaru: CV. Nuansa Jaya Mandiri.
Social Footer