Sumber: goodnewsfromIndonesia.id
HMPKELAMAS.COM - Pertanian adalah salah satu bidang yang berdampak besar pada aspek ekonomi di Indonesia. Pengolahan bahan baku bagi industry makanan dan minuman serta agroindustry menjadi aspek utama pada bidang pertanian. Untuk menyongsong ketahanan pangan di Indonesia, tentunya didukung dengan adanya kondisi alam seperti lahan yang subur dan baik, beriklim tropis, serta memiliki ketersediaan air yang mencukupi. Sejak dulu, Indonesia mendapat julukan sebagai negara agraris. Hal tersebut disebabkan karena luasnya lahan pertanian di Indonesia serta mayoritas masyarakat di Indonesia yang bermata pencaharian sebagai petani.
Kota Jember merupakan salah satu kota yang terletak di Jawa Timur dengan wilayah lahan pertaniannya yang luas. Kota Jember juga merupakan salah satu penghasil jeruk yang memiliki ciri khasnya tersendiri yang biasa dikenal dengan jeruk Semboro. Ciri khas dari jeruk semboro ialah dari rasa yang manis serta menyegarkan. Sehingga hal itulah yang menjadikan masyarakat luas menyukai jeruk Semboro ini. Mengapa jeruk ini diberi nama Semboro? Sebab Jeruk Semboro ini berasal dari Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Masyarakat di Desa Semboro mayoritas bekerja sebagai petani dan tidak sedikit bahwa mereka bertani jeruk. Hal yang mendukung bahwa masayarakat Semboro menanam jeruk adalah karena jeruk mempunyai karakteristik cepat berubah, tingginya angka produksi, kondisi alam dan cuaca yang mendukung. Beberapa hal tersebut yang menjadi pertimbangan masyarakat Desa Semboro untuk menanami lahannya dengan tanaman jeruk.
Dalam usaha mengenai kualitas jeruk yang manis dan segar dapat dikategorikan sulit dna membutuhkan ketelatenan. Jeruk Semboro umumnya mempunyai tekstur kulit yang tipis sehingga para petani sangat berhati hati pada saat setelah panen. Proses pemasaran dari jeruk Semboro ini dilakukan dengan cara petani jeruk menjual melalui penebas, tetapi tidak sedikit juga petani langsung menjual jeruk pada konsumen. Selain itu di era modern ini, sudah banyak petani yang menjual jeruknya ke dalam online shop.
Sampai saat ini, jeruk Semboro masih akan terus dilakukan perbaikan serta pengembangan. Target dari pengembangan jeruk Semboro mencapai hingga seluruh wilayah di Indonesia. Sejauh ini, jeruk Semboro telah mencapai pada kota kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Malang, Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Bandung serta luar Jawa yaitu Lombok. Upaya petani dalam mencegah kerugian penjualan jeruk yang diakibatkan oleh harga yang semakin lama semakin merosot, para petani tidak sedikit yang membuka penjualan yang dilakukan sendiri, seperti dipasar dan lain sebagainya. Dengan usaha usaha itulah para petani senantiasa berharap bahwa kesejahteraan masyarakat Desa Semboro akan terus terjamin dan dapat meluaskan target penjualan hingga dikenal di seluruh nusantara yang tidak lain dari usaha mereka yaitu menanam buah jeruk yang berkualitas.
Penulis: Ardhina Alfafa (220210302062)
Referensi
Anondo, D., & Si, M. (2018). SKRIPSI Oleh : Khotijatul Ikhromah NIM : 083144063 Pembimbing FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM JUNI 2018 SKRIPSI Oleh : Khotijatul Ikhromah NIM : 083144063 Pembimbing FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM JUNI 2018 i.
Social Footer