HMPKELAMAS.COM - Kerajaan Thailand, dalam bahasa Inggris atau dalam bahasa aslinya Mueang Thai (diucapkan: "meng-thai", sama dengan versi bahasa Inggris yang berarti "Thailand"), adalah sebuah negara di Asia Tenggara. dibatasi oleh Laos dan Kamboja di timur, Malaysia dan Teluk Thailand di selatan, serta Myanmar dan Laut Andaman di barat. Kerajaan Thailand dikenal sebagai Thailand hingga 11 Mei 1949. Kata "Thailand" berarti "kebebasan" dalam bahasa Thailand, tetapi juga dapat merujuk pada orang Thailand, yang masih menggunakan nama Thailand di antara warga negara Thailand. terutama  minoritas Tionghoa.

Sekitar 15 persen warga Thailand beragama Islam, sementara sekitar 80 persen beragama Buddha. Mayoritas Muslim tinggal di Thailand selatan, sekitar 1,5 juta orang, atau 80 persen dari total populasi, terutama di Pattan, Yala, dan Narathiwat, tiga provinsi yang sebagian besar mencerminkan dinamika  Thailand selatan. Thailand Selatan terdiri dari lima provinsi: Pattani, Yala, Narathiwat, Satun dan Songkhla, dengan jumlah penduduk 6.326.732. Mayoritas  Muslim tinggal di empat provinsi: Pattan, Yala, Narathiwat dan Satun, dengan sekitar 71% di perkotaan dan 86% di pedesaan Songkhla. Sekitar 19% Muslim, minoritas dan 76,6% Buddha. Mayoritas penduduk berbicara bahasa Melayu, tetapi rata-rata 70% ditemukan di tiga provinsi: Pattani, Yala, dan Narathiwat, sedangkan penduduk berbicara bahasa Cina di tiga provinsi: Narathiwat, 0,3%, Pattani, 1,0%, dan Yala, 3,0 %.

Ada beberapa teori tentang kedatangan Islam di Thailand. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Islam datang ke Thailand pada abad ke-10 melalui para pedagang  Arab. Ada juga yang mengatakan bahwa Islam masuk ke Thailand melalui Kerajaan Samudera Pasai di Aceh. Jika Anda melihat peta Thailand, Anda akan menemukan wilayah dengan populasi Muslim tepat di sebelah negara-negara Melayu, khususnya Malaysia. Hal ini sangat  erat kaitannya dengan sejarah masuknya Islam di Thailand, “ketika kita mengatakan masuk”. Karena sebenarnya dalam sejarah, Islam tidak masuk ke Thailand, tetapi sudah ada sebelum berdirinya Kerajaan Thailand "Kingdom of Thailand" pada abad ke-8. Islam telah hadir di tempat yang sekarang disebut Thailand selatan sejak  Islam menyebar dari  Arab.

Hal ini terlihat dari fakta sejarah seperti lukisan kuno yang menggambarkan orang Arab di wilayah Ayutthaya Thailand dan juga keberhasilan orang Arab  mendirikan Daulah Islamiyah Pattan menjadi bukti bahwa Islam sudah ada  sebelum Kerajaan Thailand. Apalagi penyebaran Islam di kawasan Asia Tenggara terkait dengan dakwah Islam bangsa Arab pada masa kekhalifahan Umar Bin Khattab” (teori Arab). Saya tidak tahu wilayah mana yang pertama kali didatangi para misionaris Arab. , Islam  menyebar ke beberapa wilayah di  Asia Tenggara, Malaka, di  Aceh (Nusantara) dan semenanjung Melayu, termasuk wilayah Melayu Thailand (Thailand).

Pada tahun 1613, d'Eredia memperkirakan bahwa Patani masuk Islam sebelum Malaka, yang secara tradisional dikenal sebagai "darussalam (tempat damai) pertama di wilayah itu" (Mills 1930:49). Dalam kajiannya tentang kedatangan Islam di Indonesia G.W.J. Drewes menemukan bahwa di Trengganu,  salah satu tetangga Patan, agama baru tersebut sudah  mapan sejak tahun 1386 atau 1387.

Dari penemuan ini, Wyatt dan Teeuw menyimpulkan bahwa tidak ada alasan mengapa (agama) tidak dapat mencapai Patan saat itu, apalagi Patan dikenal sebagai  pusat awal Islam. Pada puncak kekuasaan petani di awal abad ke-17, fondasi pengembangan ilmu pengetahuan Islam diletakkan. Ini dimungkinkan oleh hubungan yang lebih dekat antara negara-negara Arab merupakan pusat Islam dan Asia Tenggara yang menjadi pusat perdagangan pada saat itu. Kemuliaan masa lalu dilambangkan dengan bangsawan dan koneksi kekerabatan mereka melalui keluarga Melayu dan  citra Patan sebagai "tempat kelahiran Islam" di wilayah tersebut.

Lembaga keagamaan di Patan dan  sekitarnya berperan sebagai penghubung antara  elit dan masyarakat. Ulama bertindak sebagai kekuatan legitimasi bagi kekuasaan yang berkuasa, dan dukungan mereka sangat penting bagi pemelihara dan pengguna kekuasaan politik. Tahun 2004 bersamaan dengan bulan April di bawah Thaksin Shinawarta, peristiwa berdarah yang berakhir dengan tewasnya 30 pemuda muslim  di Masjid Kru Se. peristiwa mengerikan terjadi untuk kedua kalinya di bulan Oktober 2004, yang mengakibatkan kematian 175  pejuang Muslim Takbai ketika tentara Thailand memasukkan mereka ke dalam  truk dengan  tangan di belakang punggung.

Muslim Pattan 2004 berlangsung pada Mei 2007. Periode ini sangat mendesak bukan hanya karena banyak korban selama periode ini, setidaknya 2000 korban meninggal. Jadi pada akhir 2008, Thailand ingin mendapatkan Angin perubahan diharapkan dari perdana menteri yang baru. Dengan pemerintahan barunya, ia harus berjuang keras mencari alternatif penyelesaian konflik di Thailand selatan.

Aceh Peace (Gerakan Aceh Merdeka) tampaknya telah menjadi model upaya perdamaian dan rekonsiliasi di Thailand selatan. Identitas lokal  Thailand selatan lebih dekat dengan Kelantan dan Kedah di Malaysia. Orang secara tradisional lebih suka bahasa Melayu daripada bahasa Thailand, yang dipromosikan sebagai bahasa resmi negara oleh pemerintah pusat. Masyarakat merasakan keterpaksaan ini  Muslim Melayu  di Thailand selatan selama beberapa dekade.

Penggunaan bahasa Thailand diwajibkan oleh pemerintah, baik itu  kantor kerajaan, pemerintah, sekolah, dan media. Dan ternyata strategi pemerintah Thailand  membuahkan hasil. Banyak generasi muda dalam waktu sekitar 50 tahun Muslim Melayu  lebih suka berbicara bahasa Thailand daripada bahasa Melayu baik di sekolah maupun dalam komunikasi sehari-hari. Namun keluarga mereka "dipaksa" berbahasa Melayu saat berkumpul di lingkungan keluarga.

Penulis        : Hofidatul Wilda    210210302018

Referensi    :

Al-Aydrus Muhammad Hasan. Penyebaran Islam di Asia Tenggara. Jakarta: Lentera, 1996

Surin Pitssuwan. Islam Di Muangthai, Jakarta: LP3ES, 1989.

Supriyadi Dedi. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: CV Pustaka Setia, 2008.