HMPKELAMAS.COM - Pasti banyak yang belum mengetahui mengenai Dusun Sukolilo yang
letaknya sekitar 24 km dari kota Banyuwangi, kurang lebih sekitar 30-40 menit
berkendara. Dusun Sukolilo terletak di Desa Sukomaju Kecamatan Srono, Kabupaten
Banyuwangi. Pastinya suatu wilayah membutuhkan perekonomian yang memadai untuk
keperluan daerahnya. Terutama untuk pembangunan infrastruktur, sarana dan
prasarana yang memadai. Termasuk juga wilayah Dusun Sukolilo, Desa Sukomaju,
Kecamatan Srono yang memiliki berbagai macam sektor ekonomi di wilayahnya.
Wilayah Dusun Sukolilo memang sebagian wilayahnya digunakan untuk area persawahan, dimana sektor perekonomian warga diperoleh. Menurut laporan Banyuwangi Economic Outlook 2012 (Sectoral Analysis),sektor yang menjadi andalan Banyuwangi adalah pertanian, hal ini dikarenakan pertanian memberikan sumbangsih tertinggi terhadap PDRB dan menjadi sektor unggulan dibeberapa tahun terakhir (Ayubi, A.A., 2014: 3). Banyak warga yang menjadi buruh tani, dengan gaji yang lumayan menggiurkan tetapi hanya musiman.
Selain pertanian dan perdagangan, Dusun Sukolilo memiliki sektor
ekonomi dari bekatul. Dedak atau bekatul merupakan hasil penggilingan dari padi
yang dapat digunakan untuk pakan ternak. Biasanya dedak atau bekatul diberikan
beberapa campuran agar nantinya dapat dijual menjadi pakan ternak. Peternak
hewan yang biasanya menjadi pembeli dedak atau bekatul adalah peternak yang
memiliki ternak ayam, sapi, babi, dan lain sebagainya. Penggunaan dedak atau
bekatul menjadi pakan ternak hewan didukung dengan pola makan masyarakat
Indonesia yang menggunakan padi sebagai sumber bahan makanan pokok. Jadi antara
padi, bekatul atau dedak, dan peternak hewan memiliki keterkaitan satu sama
lain.
Menurut Hadipernata (2012), Indonesia memiliki potensi dedak sebanyak 5 juta ton/tahun (Ralahalu, T.N. dkk., 2021: 200). Hal tersebut menunjukan ketersediaan dedak atau bekatul di Indonesia sangat tinggi. Ketersediaan bekatul berhubungan erat kaitannya dengan pertanian atau musim panen padi, sehingga banyak peternak yang menyetok dedak dengan jumlah banyak untuk penyediaan jika tidak terdapat stok bekatul yang mencukupi.
Di Dusun Sukolilo juga terdapat beberapa gudang yang digunakan yang
telah berdiri sejak lama, mungkin telah ada sekitar tahun 1990-an, karena jika
dilihat bangunannya cukup kuno dan kusam. Tetapi hal itu tidak menghambat
fungsi gudang yang digunakan sebagai tempat bekerja buruh bekatul. Terdapat lebih
dari 5 orang yang menjadi bos bekatul dengan beberapa pekerja buruh harian.
Para pekerja buruh bekatul memulai pekerjaan mereka di pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB dan berakhir tergantung dari banyaknya jumlah bekatul yang harus dikerjakan. Biasanya para buruh memproduksi 10-20 ton perharinya, atau setara dengan 2 truk besar. Para buruh melakukan penggilingan, mencampurkan bahan-bahan tertentu, memasukkan bekatul ke dalam karung yang beratnya mencapai hampir 70 kg, menjahit lalu memasukan karung-karung tersebut ke dalam bak truk. Hal-hal seperti itu yang dilakukan para buruh bekatul setiap harinya. Mereka juga ikut mencari bekatul yang cocok dan berkualitas serta bahan lain sebagai campuran, didaerah-daerah penghasil bekatul.
Untuk karung yang berisikan 70 kg biasanya satu truk berisi
sebanyak 143 karung, sedangkan untuk karung yang berisi 50 kg biasanya satu
truk berisi sebanyak 200 karung. Untuk satu truk yang berjumlah 10 ton bekatul
akan dihargai kurang lebih Rp. 800.000 yang dibagi untuk 12-13 orang pekerja
buruh. Jadi jika setiap hari terdapat 20 ton bekatul yang diproduksi atau
diproses oleh pekerja buruh, maka akan dihargai dengan jumlah uang kurang lebih
Rp. 1.600.000.
Penghasilan buruh bekatul tiap harinya adalah kurang lebih Rp.
70.000 – Rp. 140.000. Bekatul tersebut biasanya akan dikirim di daerah Bali,
dimana bekatul dapat digunakan sebagai pakan ternak hewan babi, sapi, ayam, dan
lain sebagainya. Adanya produksi bekatul ini memiliki dampak positif bagi masyarakat
sekitar. Terutama pekerja buruh yang mendapatkan lapangan pekerjaan dan gaji
yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Terbukti dengan usaha yang terlihat sepele tetapi membawa keuntungan banyak bagi investor bekatul di Dusun Sukolilo. Yang terbukti membawa kesejahteraan bagi warga setempat dengan bekerja sebagai buruh bekatul.
Penulis : Indi Mila Sari 220210302053
Referensi :
Ayubi, A. A. (2014). Analisis Potensi Ekonomi Kabupaten Banyuwangi Oleh: Ahmad Afan Ayubi Bank Mandiri Syariah Balikpapan Kalimantan Timur. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 12(1), 1–15.
Hadipernata, M., Supartono, W., & A.F. Falah, M. (2012). Proses Stabilisasi Dedak Padi (Oryza sativa L) Menggunakan Radiasi Far Infra RED (FIR) Sebagai Bahan Baku Minyak Pangan. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, Vol.1 No.(4), 103–107.
Luthfianto, D., Noviyanti, R. D., & Kurniawati, I. (2017). Karakterisasi Kandungan Zat Gizi Bekatul Pada Berbagai Varietas Beras Di Surakarta. Urecol, 371–376.
Social Footer