Sumber foto: ekonomi.republika.co.id/
HMPKELAMAS.COM - Indonesia sebagai sebagian negara maritim terbesar di dunia terkenal dengan jumlah pulau yang sangat banyak, kurang lebih 17.500 pulau. Ia juga terkenal karena keanekaragaman hayatinya yang luar biasa, mencakup berbagai flora dan fauna, termasuk spesies endemik. Akibatnya, Indonesia memiliki keunggulan komparatif jika di sandingkan dengan negara lain. Keunggulan utama terletak pada SDA. Indonesia sebagai negara maritim, tidak heran jika sekitar dua pertiga dari total luas wilayahnya terdiri dari perairan, yang membentang. Indonesia membanggakan sebagai salah satu garis pantai terpanjang di dunia, setelah Kanada, yang membentang sekitar 81.000 kilometer. Daerah laut luas dan garis pantai luas juga jumlah pulau yang banyak, wajar jika Indonesia memiliki SDA yang banyak.
Masyarakat pesisir di indonesia memiliki kehidupan yang unik, yang mencerminkan hubungan erat mereka dengan lingkungan alam sekitarnya. Sosial ekonomi masyarakat pesisir adalah bidang penelitian yang secara khusus mempelajari aspek sosial dan ekonomi yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat yang berada di daerah pesisir.
Wilayah pesisir secara geografis merupakan area peralihan antara daratan dan lautan, yang meliputi garis pantai, teluk, dan pulau-pulau kecil. Karena lokasinya yang strategis, masyarakat pesisir sering kali memiliki ketergantungan yang kuat pada sumber daya alam yang ditemukan di ekosistem pesisir, seperti ikan, kerang, dan hasil pertanian pesisir. Aktivitas ekonomi utama masyarakat pesisir sering kali terkait dengan sektor perikanan, pertanian, pariwisata, dan perdagangan.
Karakteristik Masyarakat Pesisir
Kebanyakan orang lebih suka tinggal di dekat pantai karena kehidupan dan aktivitas di sana nyaman bagi mereka. Di bawah ini adalah dua contoh sederhana kegiatan masyarakat pesisir. Yang pertama adalah akses mudah ke penghidupan yang lebih aman. Masyarakat pesisir juga mengeksploitasi potensi perikanan dan kelautan di sekitarnya. Dengan menangkap ikan, mengumpulkan rumput laut atau bercocok tanam. lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan toilet (mandi, cuci, kakus) dimana mereka bisa membuang kotoran untuk membersihkan badannya.
Ketergantungan Pada Kondisi Lingkungan
Ciri pengusaha perikanan adalah ketergantungannya terhadap lingkungan terutama air untuk mencapai keberhasilan. Peternakan ini memiliki dampak yang sangat penting pada kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai. Kondisi masyarakat di sana sangat tergantung dan rentan terhadap pencemaran industri dan tumpahan minyak. Pencemaran ini dapat mengguncang kehidupan sosial di pesisir.
Ketergantungan Pada Musim
Ketergantungan pada musim juga berpegaruh pada kondisi sosial ekonomi masyarakat, di musim penangkapan masyarakat yang bermata pencaharian nelayan akan berbondong bondong untuk melaut. Sebaliknya jika musim paceklik kegiatan melaut ini menjadi menurun sehingga para nelayan menganggur. Kondisi ini membuat masyarakat ketika musim penangkapan mampu membeli perabotan rumah tangga seperti kursi, meja, lemari dan lain lain. Disisi lain ketika musim sulit maka para nelayan ini tidak mendapatkan pendapatan yang membuat hidup mereka menjadi semakin buruk.
Status sosial yang mencolok di masyarakat nelayan tambak adalah status sosial yang beralaskan pemilikan alat produksi. Masyarakat pesisir, memiliki 3 status sosial kelompok yaitu:
Kelas sosial pertama adalah orang yang memiliki perahu motor dengan menangkap ikan. Komunitas ini dikenal sebagai Nelayan Hebat atau Modern. Dalam operasi penangkapan ikan jenis ini, pemilik kapal biasanya tidak dilibatkan dalam proses penangkapan.
kedua adalah masyarakat yang memiliki perahu dengan motor tempel. Pada tingkat kedua ini, pemilik perahu biasanya berpartisipasi dalam kegiatan penangkapan ikan.
pekerja/nelayan. Buruh atau nelayan kecil sekalipun dapat mencari nafkah dua kali lipat sebagai buruh/nelayan, namun hanya sebagian kecil dari mereka yang tidak memiliki alat produksi dan hanya mengandalkan kekuatan sendiri.
Ketergantungan pada pasar
Kewirausahaan nelayan masyarakat pesisir ditandai dengan ketergantungan pada harga pasar. Berbeda dengan petani padi, nelayan dan petani tambak yang bergantung pada harga pasar. Karena barang yang mereka buat harus dijual untuk memenuhi kebutuhan.
Sumber foto: pekalongankota.go.id
Penulis: Arjuna Rizqy Widyantara (220210302082)
Referensi
Wahyudin, Y. (2003). Sistem sosial ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Makalah disampaikan pada pelatihan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan, tanggal, 5.
Social Footer