HMPKELAMAS.COM -   Asia tenggara merupakan Kawasan yang sangat strategis yang dilintasi oleh lautan luas sehingga menjadikan Kawasan tersebut sebagai lalu lintas perdagangan dunia. Asia tenggara terletak melintang dari 92° bujur timur sampai 141° bujur timur dan 11° lintang utara sampai 29° lintang utara. Wilayah asia tenggara dibagi menjadi beberapa negara diantaranya Mainland Shouth East Asia terdiri dari Laos, Thailand, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam serta South East Asia yang terdiri dari Indonesia, Fhiliphina, Malaysia, Singapura, dan Brunai Darussalam.

        Keberagaman penduduk asia tenggara berasal dari penduduk asli dan penduduk pendatang yang kemudian menetap  dan menghasikan budaya baru. Kebanyakan masyarakat Asia Tenggara dijuluki bangsa melayu karena mimiliki kemiripan budaya maupun fisik. Adanya persamaan budaya yang dimiliki Asia Tenggara dipengaruhi oleh bangsa China, Arab, India dan Eropa ketika melakukan perdagangan di Kawasan Asia Tenggara. Kebudayaan yang terlihat di Asia Tenggara sangat beragam dari yang bersifat tangible maupun intangible. budaya tangible merupakan suatu yang Nampak di masyarakat seperti senjata, pekakas, maupun alat music. Benda-benda tersebut yang sering digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan intangible merupakan suatu budaya yang tidak nampak yang melekat pada pola piker masyarakat seperti sebuah upacar, tatacara, ritual, maupun Gerakan-gerakan dalam tarian. Budaya tersebut melekat pada masyarakat seakan-akan memiliki aturan tersendiri bagi masyarakat setempat untuk dibudidayakannya.

        Negara-negara ASEAN jika dilihat dari latar bekang sejarah banyak sekali memiliki kemiripan yang signifikan yang dilihat dari adat, ras, kebudayaan, bahkan dari segi sosial dan budaya yang sama. Kondisi semacam ini seharusnya bangsa-bangsa Asia Tenggara mempunyai komitmen yang sama pula untuk menjalin kekerabatan dan hubungan tali persaudaraan yang kuat. Namun kenyataannya, tidak selalu demikian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Asia Tenggara juga merupakan salah satu wilayah di benua Asia yang memiliki banyak  suku bangsa, dimana setiap keunikannya terdiri dari budaya, agama, bahasa dan berbed-beda dari setiap negara di Asia Tenggara. Berikut merupakan deretan suku terbanyak di Asia Tenggara.

Suku Khmer

        Suku Khmer merupakan suku terbanyak penduduknya yang mencapai 90% dari rakyat Kamboja. Suku Khmer atau Kampucha Krom (yang menempati Negeri Kamboja) juga terletak di beberapa Negeri seperti Kawasan Delta Mekong, Khamer Utara (Thailand), dan Khmer Krom (Vietnam).

Bahasa yang digunakan yaitu Bahasa Khmer dan alfabet Khmer merupakan turunan dari tulisan Brahmi dari India kuno. sebagian besar suku Khmer menganut agama Budha yang mempunyai karakteristik sinkretisme. Suku Khmer memliki keunikan tersendiri dalam berbusana yang dikenakan, berbagai corak motif dan manik-manik yang menunjukkan keelokan, lembut untuk perempuan serta nampak gagah perkasa untuk laki-laki.

Suku Khmer

 

2.      Suku Burma

               Berbagai kelompok sejarah dalam etnosejarah di Burma penuh dengan spekulasi. Hampir seluruh penghuni wilayah negara tersebut dating melalui migrasi. Leluhur Burma berasal dari Tibet. Burma menempati wilayah dataran rendah. diwilayah dataran tinggi Burma di huni oleh kelompok etbis penutur Bahasa Tibet Burma atau Min-Khemr dan Etnis Shan yang merupakan penutur Thai yang menganut agama Budha Theravada Penduduk tertua diwilayah Burma modern adalah Etnis Wa dan Palaung. Keduanya merupakan bagian dari rumpun Austroasia yang ditemukan dikawasan timur laut, disempanjang provinsi Yunnan, Cina. Secara historis mereka bukan bagian Burma, tetapi dimasukkan dalam perbatasan Burma kolonial setelah kedatangan pemerintahan Inggris.



            Etnis yang paling terkenal yaitu Etnis Chin dan Kachin yang menganut animisme. Akan tetapi minioritas dalam penyebaran agama oleh pemerintahan Inggris, sebagian besar dari mereka memluk agama Kristen.

3.      Suku Cham

                Suku cham merupakan generasi dari kerajaan Cham pada abad ke-7 sampai abad ke-15. Suku Cham ialah golongan etnis dari wilayah Kampong Cham di Kamboja, Pahn Rang, Thap Cham, dan An Giang di Vietnam. Keberadaan mereka di daratan tercatat ada sebelum masehi. Suku Cham membentuk komunitas muslim di Kamboja dan Vietnam. Bahasa yang digunakan ialah Bahasa Cham, Melayu, Vietnam, Khmer, dan Tamil. Sebagian besar suku Cham menganut agama Muslim Sunni serta suku Cham Vietnam menganut agama muslim dan Hindu. Wilayah yang sebelumnya di huni oleh suku Cham menjadi rumah bagi banyak struktur arsitektur kuno yang menghasilkan banyak prasasti dan artefak  Seperti candi, kuil,, serta arca pemujaan.


Di Indonesia suku Cham di katakana sebagai suku Aceh, karena dalam imigrasinya suku Cham sudah menghuni di Nusantara. Sehingga suku Aceh di Indonesia nerupakan generasi dari suku Cham.

4.      Suku Karen

    Suku Karen berasal dari negara gajah putih atau disebut negara Thailand. Suku Karen terletak di pedalaman Thailand yang dikelilingi oleh pegunungan serta dataran besar di bagian Utara Thailand. Dahulunya suku Karen berkeygakinan animisme kemudian beragama Budha. Namun pada ke-abad 18 mereka mendapat pengaruh dari orang Sen sehingga memeluk agama Kristen.

Suku Karen memiliki tradisi yang sangat unik dari suku yang lain. Salah satu tradisi suku Karen yakni para perempuan diharuskan memanjangkan lehernya dengan kawat yang terbuat dari kuningan yang telah turun temurun dari para nenek myang mereka. Dari tradisi tersebut diyakini bila semakin Panjang leher nya maka dianggap semakin cantik dan menawan. Dan juga sebagai pelindung untuk para perempuan dari serangan binatang buas. 

5.      Suku Jawa

Sumber : https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fkatadata.co.id%2Ftags%2Fsuku-jawa

        Suku Jawa merupakan salah satu suku yang berada di Indonesia. Suku ini memiliki banyak keunikan tersendiri dari segi budaya, bahasa, makanan, dan pergaulan. Suku Jawa terkenal dengan tutur kata yang halus. Suku Jawa adalah suku terbesar di Indonesia dan memiliki jumlah penduduk sekitar 90 juta jiwa. Masyarakat Jawa berasal dari pulau Jawa dan terutama ditemukan di Propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mayoritas suku jawa menganut agama Islam, dengan minioritas beragama Kejawen, Hindu, Budha, Kristen, Konghucu. Namun peradaban suku jawa telah dipengaruhi oleh interaksi antar budaya kejawen dan Hindu-Budha yang masih terlihat salam sejarah, tradisi, budaya, dan bentuk kesenian Jawa. Dengan populasi global yang besar, orang Jawa adalah kelompok etnis Muslim terbesar keempat setelah Arab, Bengali, dan Punjabi. Orang Jawa juga memiliki cabang dari suku atau sub suku lain, antara lain suku Osing, Tengger, dan Samin.

Penulis        : Indah Praiwi Mayori Mayangsari    210210302017

Referensi    :

Ricklefs, M. C., dkk. 2013. SEJARAH ASIA TENGGARA Dari Masa Prasejarah Sampai Kontemporer. Jakarta: Komunitas Bambu

Yumetri Abidin, Y. (2020). PENGANTAR BUDAYA MASYARAKAT ASIA TENGGARA.

Lim, T. G. (Ed.). (1993). Suku Asli dan pembangunan di Asia tenggara. Yayasan Obor Indonesia.

Koentjaraningrat, K. (2019). Aneka Warna Suku di Asia Tenggara. Antropologi Indonesia, 1-25.