Sebagian besar orang Thailand
beragama Budha, sementara beberapa telah masuk Islam. Namun, Thailand
berkembang jauh lebih cepat daripada daratan China, daratan India hingga laut China. Orang-orang yang merupakan tipikal
Muslim di Thailand, khususnya di wilayah selatan di Pattani, Narathiwat, Yala,
dan Shongkla, juga mereka tinggal di satu kesatuan yang dekat dengan Malaysia,
sehingga budaya mereka mirip dengan penduduk Melayu di sana. Mayoritas penduduk
Pattani, juga dikenal sebagai Changwad Chaiden Pak Thai, adalah muslim yang
taat.
Keberadaan Muslim Melayu di wilayah
Pattan tidak lepas dari hal tersebut tentang sejarah kedatangan Islam di
wilayah ini. Umumnya, Islam datang ke daerah tersebut Thailand dari berbagai
arah; Burma (Myanmar), Kamboja, Cina, India, Nusantara, Persia dan Yaman. Pattani
sebelumnya merupakan kerajaan berdaulat dengan populasi Melayu yang besar dan
terletak di bagian selatan Thailand, Sultan Sulaiman yang berasal dari Aceh
menjabat sebagai penguasa pertamanya. Rakyat Siam (Thailand) ingin menguasai
negara Patani pada saat itu, namun usaha mereka selalu tidak berhasil. Pada
hari-hari itu emas, pada waktu itu akibatnya pemerintahan Pattani di bawah
Sultan Muzaffar mempersulit anggota suku Siam untuk menetap di wilayah
tersebut.
Mengenai budaya Melayu Muslim Pattani
Thailand Selatan ada beberapa budaya menekankan hubungan dekat mereka sebagai
fitur meliputi Bahasa Melayu (Kecek Nayu) dimana diucapkan oleh masyarakat
Melayu Muslim Thailand. Selain itu ada Bahasa Kampong dan Bahasa Tengoh yang
bahasa Pattani diucapkan oleh minoritas Muslim Melayu. Perbedaan Bahasan
Kampong dan Bahasa Tengoh yaitu Bahasa Kampong ini sering digunakan dalam
kehidupan sehari-hari mereka sedangkan Bahasa Tengoh sering diucapkan disaat
acara formal juga digunakan dalam dakwah, serta adat digunakan ketika menulis
karya sastra dari semua jenis.
Komunitas Pattani dapat dikalahkan
dengan dua cara secara sosial dan agama bagian yang disebut komunitas Santri
dan komunitas Abangan. Istilah "kelompok abangan" mengacu pada Muslim
pribumi yang memprakarsai upacara dan adat Islam bahkan sebagai kelompok santri
adalah label bagi dirinya yang memiliki pemahaman agama yang lebih dalam. Mereka
semua mempraktikkan Islam tradisional, dan kepercayaan mereka bersifat
sinkretis, menggabungkan doktrin Islam dengan takhayul daerah yang berasal dari
zaman pra-Islam, seperti Hindu dan adat Melayu.
Komunitas Muslim Melayu alih-alih
menempuh pendidikan formal di sekolah umum, Pattani memilih sistem pendidikan
pesantren. Mereka lebih percaya sebagai yang utama untuk anak-anak, pesantren
atau madrasah sebagai tempat belajar mencari pengetahuan. Mereka percaya bahwa
daftar anak-anak mereka di sekolah asrama atau Madrasah akan memungkinkan mereka
untuk melestarikan Islam. Orang-orang etnis Melayu, termasuk mereka yang
berasal dari bagian perlindungan identitas. Bahasa Arab digunakan sebagai
bahasa pengantar utama saat ini. masyarakat Muslim Melayu Pattani memanggil
Tuan Guru Seseorang yang mengajar orang lain dalam ilmu, seperti seni bela diri
atau agama, disebut sebagai "master guru” juga sebagai ketua pondok
pesantren.
Kebudayaan Melayu Muslim Pattani yang
paling ciri khas dengan baju adatnya yaitu Baju Kurung adalah pakaian
tradisional umat Islam di Thailand selatan (wilayah Patani) menariknya pakaian
yang tidak dikencangkan di bagian dada dan lengan. Awalnya baju kurung ini
digunakaan saat merayakan kebesaran melayu, namun saat ini banyak umat Islam
Melayu yang memakai kurung bersama dengan jilbab setiap hari.
Hal tersebut menjadikannya Komunitas
muslim di dalamnya negara Thailand sering disebut sebagai Melayu Muslim Pattani
tempat Mereka terus menggunakan budaya yang masih sangat lekat dengan Melayu. Karena
kesatuan dan kesatuan budaya Islam dan Melayu, wilayah Pattani Muslim Melayu di
Thailand selatan dicirikan oleh sejumlah peradaban yang terkait erat.
Penulis : Silvy Kartikasari 210210302070
Daftar Pustaka
Kabakoran,
Abubakar, dkk. 2017. Kajian Historis
Gerakan Islam di Pattani Thailand Selatan. LP2M IAIN Ambon.
Mania.
2019. Perkembangan Sosial Islam di
Thailand. Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya. 1(1).
Aisah,
Siti dan Albar, Mawi, Khusni. 2020. Budaya
Melayu Pattani Dalam Kajian Profetik. Jurnal Kajian Islam dan Budaya.
Social Footer