HMPKELAMAS.COM - Jepang melakukan invasi ke daerah-daerah Asia Tenggara karena ingin menggantikan negara Barat yang sebelum Jepang sudah menjajah Negara di Asia Tenggara. Setelah terjadi Restorasi Meiji, orientasi Jepang beralih ke negara Barat dan Jepang semakin lama semakin tidak menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari Asia (Bahri, 2022).

Jepang mengaku dirinya sebagai pemimpin Asia sehingga memunculkan sebuah ide bahwa negara-negara yang ada di Asia harus dipimpin oleh bangsa Asia itu sendiri. Asia Tenggara sendiri merupakan wilayah yang letaknya berbatasan dengan Tiongkok di bagian utara, kemudian di bagian selatan terdapat Samudera Hindia, di sebelah timur terdapat Samudera Pasifik, dan di bagian barat terdapat benua Hindia. Asia Tenggara memiliki dua bagian yaitu Asia Tenggara Maritim yang terdiri dari Indonesia, Brunei Timor Leste, Filipina, Malaysia, dan Singapura.satu bagian lagi disebut Asia Tenggara daratan yang meliputi Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar, dan Laos (Mc Cay, 1980).

Jepang menjadi negara feodal setelah terjadinya restorasi meiji. Jepang adalah negara adidaya yang memiliki pengaruh besar. Jepang dapat memiliki kekuatan besar karena restorasi meiji. Setelah gagalnya Jepang dalam menginvasi Korea, Jepang menutup diri dari perkembangan luar. Hubungan Jepang hanya sebatas dengan Cina dan Belanda. Isolasi Jepang berakhir di tahun 1853. Terdapat Angkatan laut Amerika Serikat yang bernama Matthew Calbraith Perry ditunjuk oleh presiden Amerika Serikat untuk membuka Pelabuhan Jepang untuk memperluas jaringan Amerika Serikat (Febryani, 2017).

Terjadinya pemberontakan yang meruntuhkan pemerintahan Shogun dan yang awalnya Jepang adalah negara dengan sistem dualisme, menjadi hilang seketika dan hanya dipegang oleh Kaisar Matsuhito, yang memiliki gelar “Meiji Tenno” (Kenneth, 1998). Itulah mengapa Jepang menjadi negara yang kuat sehingga mampu menduduki berbagai negara.

Namun Amerika Serikat membuat Jepang terdesak akibat dari embargo minyak yang dilakukan Amerika Serikat. Jepang memutuskan untuk melakukan ekspansi wilayah agar mendapatkan sumber material yang menjadi kebutuhannya. Amerika Serikat mengumumkan perang terhadap Jepang setelah Jepang menyerang Pearl Harbour pada 7 Desember 1941. Agar Jepang dapat melawan Amerika Serikat yang merupakan negara maju, maka Jepang berusaha menguasai daerah di Kawasan Asia Tenggara (Bachri, 2022).

Alasan lain mengapa Asia Tenggara dipilih oleh Jepang juga karena Asia Tenggara mengalami sumber daya alam yang melimpah. Oleh sebab itu untuk memperkuat Jepang dalam menghadapi perang dunia II, maka Jepang mencari cara agar bisa mengeksploitasi apapun untuk mendukung pergerakannya melawan Amerika Serikat.

Myanmar tak luput dari genggaman Jepang. Sebelum jepang datang ke Myanmar, Inggris menjadi negara yang terlebih dahulu menguasai Jepang. Berbagai cara dilakukan Inggris untuk menarik simpati Burma. Namun Jepang dapat mengalihkan kesetiaan itu.

  1. Restorasi Meiji

  1. pemerintahan Shogun

Saat itu Jepang mengalami dualism pemertinhan yaitu Kaisar dan juga Pemerintahan shogun. Namun Shogun berhasil mengauasai Kaisar sehingga Jepang dipimpin oleh Pemerintah Shogun. Pemerintahan Shogun berlangsung selama 2,5 abad. Pemerintahan Shogun mengatur tingkah laku dan kehidupan kaum prajurit yang disebut dengan bushido. Hal itu tertuang dalam pemerintahan Tokugawa yang tidak hanya diterapkan kepada kaum militer, namundalam kehidupan masyarakat. Jadi segala sesuatu dalam kehidupan masyarakat seperti bertindak, bergaul, dll diatur oleh suatu pemerintah (Agung, 2012)

Terdapat tiga tokoh pemersatu bangsa dalam pemerintahan Shogun, yakni Oda Nobunaga (1534-1582), Hideyoshi Toyotomi (1537-1598), dan Iyeyashu Tokugawa (1543-1616). Dari ketiga tokoh tersebut memiliki keinginan untuk enyatukan seluruh Jepang degan cara menjalin hubungan dengan orang Eropa yang merupakan usaha dari Tokugawa. Namun setelah diizinkan melakukan peyebaran agama Kristen, orang Eropa justru diusir karena dianggap dalam melemahkan pemerintahan Shogun (Munawwaroh, 2015).

Jepang pernah mengisolasi dirinya dari dunia luar karena tidak ingin ada siapapun yang menghancurkan pemerintahan Shogun. Namun seiring berkembangnya waktu, rakyat mulai menanam kebencian pada rezim Shogun. Rakyat mulai ingin mengganti sistem pemerintahan dari yang dipimpin oleh Tokugawa kemudian ingin dipimpin kembali oleh Kaisar (Agung, 2012).

Krisis ekonomi juga terjadi akibat dari perluasan mata uang. Produk yang didatangkan bangsa Barat sanagat banyak karena bangsa Barat akan mendapatkan untung yang sangat besar. Seperti pada tahun 1865, keuntungan yang didapan bangsa Barat mencapai 6.580.000 ryoo (Christie, 2001).

Pemberontakan yang dilakukan rakyat bukan semata-mata ingin memuaskan nafsu belaka, namun memang ada Tindakan yang dilakukan Rezim Tokugawa mulai memberatkan rakyat Jepang. Hal ini membuat pemerintahan Shogun Tokugawa mengalami krisis pemerintahan. Karena desakan rakyat yang terus menerus maka pada 8 November 1867, setelah hampir 3,5 abad memimpin, berakhirlah pemerintahan Shogun dan berakhirlah sistem dualism pada Jepang. Selanjutnya, pemerintahan diberikan kepada Kaisar Matsuhito yang diberikan gelar “Meiji Tenno” (Dasuki, 1963).

Sejak restorasi Meiji ini, Jepang memiliki kekuatan modern. Saat Meiji memerintah, ia memiliki banyak penasihat dari berbagai klan. Dari nasihat tersebut berdampak besar bagi pembangunan negeri Jepang dan mengimbanginya dengan negara barat. Kaisar Meiji berusaha mengimbangi kekuatan barat karena geram dengan perlakuan Amerika Serikat yang membantu oknum dari keshogunan memberontak Jepang. Sehingga Kaisar Meiji mengeluarkan sumpah piagam yang terdiri dari lima pasal. Salah satu dari pasal tersebut berbunyi untuk “Mencari Pengetahuan ke Seluruh Dunia untk Mmperkuat Negara”.


2. Perang Dunia II  

Perang dunia II atau disebut dengan perang pasfik terjadi antara tahun 1939 sampai 1945 karena terdapat konflik dari beberapa negara sehingga berdampak pada politik dan ekonomi (Rahardi, dkk. 2018). Penyebab terjadinya perang dunia II ini jika dikaitkan dengan negara Jepang adalah penyerangan yang dilakukan Jepang terhadap Armada Angkatan Laut di Pearl Harbour pada taggal 7 Desember 1941. Bertemunya dua negara yang memiliki kekuatan besar, apalagi saat itu Jepang sudah memiliki peningkatan dalam bidang teknologi yang mampu menyaingi negara-negara Barat akibat restorasi Meiji.

Aliansi yang berhadap yatu aliasi sekutu melawan poros dimana negara yang disebut sekutu adalah Amerika Serikat yang memiliki negara pendukunh seperti Inggris, Uni Soviet, China, Prancis, Belanda, Polandia, da Australia. Sedangkan aliansi poros tertuju pada Jepang yang juga memiliki negara pendukung seperti Jerman, Italia, Hongaria, Rumania, dan Bulgaria (Pluvier, 1974).

Untuk memperkuat pertahanan Jepang melawan sekutu, Jepang membentangkan sayapnya ke Asia Tenggara karena dianggap dapat menjadi kekuatan baru bagi Jepang. Salah satunya datangnya Jepang ke Myanmar yang saat itu Myanmar diduduki oleh Inggris. Inggris sudah menahan semaksimal mungkin penyerangan Jepang di Myanmar, namun karena persenjataan Jepang yang juga modern maka tantara Inggris dapat di pukul mundur. 


  1. Datangnya Jepang ke Myanmar

Datangnya Jepang ke Myanmar salah satunya ingin mengambil alih kekuasaan Inggris yang ada Myanmar. Sebelumnya Myanmar dijanjikan sebuah kemerdekaan oleh Amerika Serikat, namun untuk merebut simpati rakyat Myanmar, Jepang menjanjikan tiga tahun lebih cepat dari yang dijanjikan sekutu. Hal itu semakinmengalihkan kesetiaan rakyat Myanmar kepada Inggris. Rakyat Myanmar menganggap bahwa, mereka harus segera bebas dari kulit putih  dan menganggap Jepang sebagai penyelamat dari Inggris (Smith, 2002).

  1. Pemberian Kemerdekaan kepada Myanmar

Jepang berhasil menduduki Myanmar pada tahun 1942. Sesuai dengan janji Jepang yang akan memberikan kemerdekaan kepada  Myanmar, Jepang membentuk pemerintahan sementara yang bernama Baho Government. Baho Government dibentuk tanggal 7 Maret 1942 yang fungsinya menjalankan administrasi pemerintahan dan menstabilkan kondisi Myanmar pasca perang (Cady. 1960).

Disisi lain BIA (Burma Independence Army) melakukan Tindakan yang kasar terhadap salah satu etnis yang ada di Myanmar yaitu Etnis Karen. Etnis minoritas ini dianggap pro-Inggris sehingga BIA melakukan pembunuhan pada masyarakat etnis Karen dan juga membunuh pemimpin etnis Karen (Cady, 1960).

Hal itu membuat permusuhan antara BIA dan etnis Karen. Hal yang mengkhawatirkan dirasakan Jepamg karena takut ada kekacauan dalam negeri yang akan mengganggu Jepang dalam melawan sekutu. Pada akhirnya BIA digantikan dengan Burma Defense Army tahun 1942 yang dipimpin oleh Aung San (Pluvier, 1974).

Akibat dari Tindakan BIA, Baho Government pu dianggap gagal dalam menjaga situasi aman di Myanmar sehingga Baho Government pun turut digantikan oleh Burma Excecutive Administration (BEA). 

Tanggal 1 Agustus 1943, seperti apa yang telah Jepang janjikan, Myanmar mendapatkan kemerdekaannya (Anggraini, 2008). Terdapat banyak sekali perubahan-perubahan yang dilakukan Jepang setelah Myanmar merdeka, salah satunya pergantian Burma Defence Army menjadi Burma National Army (BNA) pada tanggal 16 September 1943. Hal ini dikarenakan BNA dapat menjaga ketentraman nasional Myanmar dan juga ikut membantu Jepang dalam menghadapi perang dunia II.

Meskipun Myanmar sudah merdeka, semua sistem pemerintahan masih diambil alih oleh Jepang. Kemerdekaan yang diberikan hanyalah sesuatu yang bersifat menenangkan untuk rakyat Myanmar. Jepang memegang kendali dan melakukan pengawasan terkait pemerintahan Myanmar dan diharuskan berkonsultasi kepada Jepang terkait hal-hal yang menyangkut pemerintahan.

Selain dalam bidang pemerintahan, dalam bidang ekonomi pun juga menjadi perhatian. Mundurnya ekonomi disebabkan saluran perdagangan internal atau eksternal mengalami gangguan. Jepang mengambil semua transportasi sungai dan jalur kereta api yang membuat sulitnya melakukan distribusi terhadap bahan baku makanan seperti beras, ikan garam, dan lain-lain. Ditambah lagi adanya perang dunia II yang membuat arus barang masuk menuju Myanmar menjadi tidak lancar.

  1. Pembentukan Anti-Fascist People Freedom League

Banyaknya ketimpangan yang dirasakan rakyat Myanmar walaupun Myanmar sudah menjadi negara merdeka, tetap menimbulkan penderitaan yang mendalam. Hal itu membuat rakyat Myanmar yang awalnya bersimpati kepada Jepang, kini berbalik menentang Jepang karena dianggap Jepang hanya memanfaatkan Myanmar untuk memperkuat pertahanan Jepang melawan sekutu. Strategi mulai dibicarakan diam-diam oleh Aung San, Thakin, dan beberapa tokoh nasionalis. Aung San mengatakan bahwa saat ini Myanmar belum merdeka, perjuangan untuk meraih kemerdekaan baru saja akan dimulai (Anggraini, 2008).

Untuk melawan Jepang dibentuklah Anti Fascis Organization (AFO). Alasan nama organisasi di Myanmar terdapat unsur fasis karena fasis jepang memiliki pengaruh yang kuat dalam menguasai dan mengekspansi Asia Tenggara (Christie, J. 2001). Tidaklah mungkin bahwa Myanmar akan melawan Jepang seorang diri, mengingat Jepang sudah merupakan negara yang maju. Thakin Tein Pe melakukan kontak dengan Inggris agar Inggris dapat membantunya melawan Jepang. Inggris bersedia untuk membantu Myanmar dan dibentuklah Civil Affairs Service yang diketuai oleh Mountbatten. 

Dr. Ba Maw yang merupakan pro-Jepang mulai mencium strategi yang dilakukan rakyat Myanmar sehingga ia membentuk Mahabama Party guna mengembalikan kepercayaan dan perhatian rakyat Myanmar (Pluvier, 1974). 

Setahun sudah Myanmar merdeka di tahun 1944, Aung San menyampaikan pidatonya untuk menyerang Jepang dan harus didukung oleh semua Masyarakat Jepang. Kemudian terdapat pergantian AFO menjadi Anti fascist People Freedom League (AFPL). Peran Inggris disini sebagai pengirim bantuan di bidang persenjataan  dan tantara kepada AFPL.

  1. Kekalahan Jepang

Jepang mulai diserang tanggal 25 Maret 1945. AFPL, BNA dan tentara Inggris bersatu dan menyebar dalam melakukan penyerangan Jepang. Hal itu menyebabkan hancurnya jaringa telekomunikasi dan trasnportasi Jepang serta melemahkan Jepang. Jepang tidak dapat berbuat banyak karena Jepang juga fokus terhadap Perang dunia II. Keadaan semakin memburuk setelah terjadi pengeboman oleh Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 Agustus dan 9 Agustus 1945. Jepang mengalami kekalahan dengan menyerah kepada sekutu tanggal 14 Agustus 1945.


Kekuatan Jepang setelah restorasi Meiji membuat dia bersaing dengan sekutu. Untuk memperkuat Jepang maka Jepang berusaha menguasai kawasan Asia Tenggara, salah satunya Myanmar. Jepang menarik simpati Myanmar agar memihak Jepang daripada sekutu. Kemerdekaan yang diberikan Jepang tetap membuat Myanmar tidak dapat bergerak bebas dan mengalami penderitaan. Oleh sebab itu Myanmar dibantu Inggris mulai melakukan perlawan terhadap Jepang.



Penulis: Shinta Risti Nata (200210302003)

Referensi

Agung. (2012). Sejarah Asia Timur 1. Yogyakarta: Ombak.

Anggraini. 2008. Perjuangan Anti Fasis. Skripsi. Universitas Indonesia


Bahri. 2022. Strategi Perang Darat Jepang dalam Perang Dunia II. Skripsi. Universitas Pendidikan Indonesia.


Cady. (1960). A history of Modern Burma. New York: Cornell University press.


Christie. (2001) Ideology and Revolution in Southeast Asia 1900-1980.Cornwa Curzon Press.


Dasuki. (1963). Sejarah Jepang Jilid II. Bandung: Balai Pendidikan Guru.


Mc Cay. (1980). Southeast Asia Under Japanese Occupation. University Southeast Asia Studies.


Moleong, Lexy J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakary


Munawwaroh. (2015). Pembukaan Jepang oleh Bangsa Barat pada Masa Keshogunan Tokugawa tahun 1791-1867. Jember: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jember.


Pluvier, J. (1974). South-East Asia From Colonialism to Independence. Kuala lumpur: Oxford University Press.


Rahardi dkk, (2018). Zaibatsu’s Role in Development of Japan in the Meiji’s Emperor Period of Year 1868-1912. Jurnal Historica. 


Shunsuke Sumikawa. (1999). The Meiji Restoration: Roots of Modern Japan. Professor Wylie.