Sebuah nama konon memiliki seribu makna, demikian juga dengan nama Megawati Soekarnoputri, nama Megawati Soekarnoputri bukanlah hanya sekedar nama, tanpa adanya maksud dan tujuan. Pemberian nama Megawati Soekarnoputri memiliki simbol harapan dari kedua orang tuanya. Simbol nama Megawati Soekarnoputri, telah tertulis di dalam buku ayahnya yakni Soekarno, Dimana tertulis sebagai berikut: “Aku tak akan melupakan peristiwa di malam tanggal 23 Januari itu, Di malam itu Guntur seperti hendak membelah angkasa. Istriku terbaring di kamar tidur yang telah disediakan oleh rumah sakit. Tiba-tiba lampu padam, atap di atas kamar runtuh, mega yang gelap dan berat melepaskan bebanya dan air hujan mengalir ke dalam kamar seperti sungai. Dokter dan juru rawat-juru rawat mengangkat Fatmawati ke kamar tidurnya sendiri. Dia basah kuyup seperti juga perkakas dokter, kain sprei, pendeknya semua. Di dalam kegelapan dengan Cahaya pelita lahirlah putri kami. Kami namakan Megawati.”(Adams, 2014)
Ungkapan
yang telah diberikan oleh Soekarno tersebut telah memberikan sebuah gambaran
bahwasanya nama Megawati akan menjalani kehidupan seperti saat dia dilahirkan.
Yakni kehidupan yang banyak terjadi gejolak, seperti contohnya: nikah sebanyak
tiga kali, banyaknya hambatan Ketika menjadi ketua PDI, dan bahkan Ketika
menjadi ketua PDI banyak yang ingin menjatuhkannya.
Sejak
Lahir
Tanggal
26 januari 1947 di Yogyakarta, Merupakan tempat dan tanggal lahirnya Megawati
Soekarnoputri, dimana Megawati Soekarnoputri merupakan anak kedua dari hubungan
Soekarno dan Fatmawati. Megawati Soekarnoputri mengenyam pendidikan sekolah
dasar sampai dengan sekolah menengah atas di Perguruan Cikini, selain itu
megawati juga pernah menempuh bangku perkuliahan di dua Universitas, yaitu di
fakultas pertanian Universitas Padjajaran Bandung (1965-1967) dan di Fakultas
Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972). Menurut mbok Tjirto seorang
pengasuh anak-anak Soekarno mengatakan bahwa Megawati sejak kecil adalah
seorang pendiam dan murah senyum. “Dari kecil dulu sampai sekarang ia memang
begitu, lembut dan keibuan.” Ucap mbok Tjirto.
Megawati
Soekarnoputri memiliki beragam hobi dan keterampilan antaralain Menari, masa
kecil Megawati di Istana Negara sering menampilkan tarianya yang ditonton oleh
tamu-tamu negara. Dimana hal tersebutlah yang menciptakan rasa keberanian dan
kepercayaan diri Megawati. Megawati juga memiliki hobi memebaca, dimana hobi
membaca tersebutlah yang dapat membuka cakrawala ilmu pengetahuan dan menunjang
pengalaman hidup.
Selain
menari dan membaca Megawati juga memiliki hobi merawat tanaman. Dimana hobi
merawat tanaman merupakan salah satu sarana Megawati berkomunikasi dengan alam,
serta merawat tanaman memiliki manfaat dapat menghilangkan stress dan
melepaskan persoalan berat. Semua hobi dan keterampilan memiliki manfaat ketika
Megawati tampil di pentas politik.
Pelajar
Politik
Megawati
dalam mempelajari politik sudah jelas bahwa guru pertamanya adalah ayahnya
sendiri yakni Soekarno, dimana Soekarno sering mengajak megawati untuk
berdiskusi, Ketika ada peristiwa nasional dan internasional yang dialami oleh Soekarno, Soekarno selalu
memberi penjelasan terhadap megawati terkait peristiwa tersebut, dimana secara
tidak langung megawati telah belajar politik dari ayahnya yakni Soekarno.
Proses
kehidupan megawati yang penuh dengan lika-liku dan kehidupan politik, hal
tersebut merupakan salah satu proses megawati dalam memelajari politik. Dimana
dulunya megawati pernah menjadi panitia di perguruan Cikini dan mendengarkan
iring-iringan Soekarno yang digranat. Selain itu megawati masih ingat Ketika
ayahnya menjadi tahanan rumah, dimana megawati mengetahui apa yang sedang
difikirkan oleh ayahnya yakni Soekarno.
Pengalaman
hidup megawati mendampingi kehidupan Soekarno dengan berbagai peristiwa di masa
sulit telah mendidik megawati menjadi kerpibadian yang sabar dan hidup dengan
berhati-hati, dan pelajaran politik paling berharga dlam hidup megawati adalah
menjadi seorang yang tegar dan tabah dalam menjalani tekanan dan lawan politik
, serta menjunjung tinggi etika berpolitik dan hukum.
Penulis : Madjid Fahdul Bahar
Referensi
Adams, C. (2014). Penyambung
Lidah Rakyat. Media Pressindo, 1, 415.
Bahar, A. (1996). BIOGRAFI POLITIK MEGAWATI SOEKARNOPUTRI 1993-1996. PT. PENA CENDEKIA YOGYAKARTA.
Social Footer