Perang Dunia kedua menyimpan
berbagai kisah heroik dari berbagai front dan negara salah satunya Adalah kisah
dari salah satu perang yang terjadi antara Finlandia dan Rusia yang di sebut
Winter War atau perang musim dingin. Perang ini menciptakan salah satu kisah
heroik sekaligus mengerikan bagi musuh-musuh Finlandia, pada saat terjadinya
Perang Musim Dingin, nama yang sering disebut sampai saat ini hingga
menginsipirasi berbagai kebudayaan pop culture untuk mengadopsi Namanya, dia
Adalah Simo Hayha atau dijuluki White Death atau kematian putih jika kita
artikan menjadi Bahasa Indonesia, Simo Hayha atau White Death, selain
biografinya penulis juga akan membahas rahasia kesuksesanya dalam kampanyenya
di Perang Musim dingin Melihat bagaimana pembahasan ini menarik akan dibahas
lebih lanjut kebelakang.
Winter War
Perang Musim Dinggin atau kerap disebut Winter War sebenarnya Adalah sebuah konflik berkepanjangan yang dialami oleh Russia dan Finlandia sejak 1809 dimana ketika itu Finlandia masih menjadi wilayah bagian dari Swedia dan diinvasi oleh Rusia yang didasarkan pada rasa takut Rusia akan Invasi musuh-musunya melalui wilayah Finlandia menuju St Petersberg, pada akhrinya wilayah yang saat ini dikenal sebagai Finlandia ini jatuh ke tangan Rusia dan dijadikan darah otonomi Istimewa.
Finlandia akhirnya Merdeka pada tahun 1917 disebabkan adanya Revolusi Bolsevik yang dilakukan kaum revolusionalis di Russia menyebabkan beberapa wilayah dari Rusia memerdekakan diri dari Russia, namun pada saat terjadinya kemerdekaan Finlandia terjadilah suatu peristiwa besar berupa perang saudara yang disebabkan konflik antara kaum Bolsevik dan kaum Putih didalam Finlanida, yang menyebabkan banyak korban jiwa serta menaruh dampaknya hingga tahun 1930an.
Tahun 1939, mulailah perundingan-perunidngan antara Pihak Finlandia dan Uni Soviet untuk mencapai kesepakatan territorial, akan tetapi perundingan yang dilakukan pada saat itu tidak menemukan titik temu yang sesuai, sementara Uni Soviet sangat takut jika Finlaindia menjadi batu pijakan untuk menyerang ke daerah Uni Soviet, seperti hanya yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya dan sudah dijelasakan oleh penulis diatas. Tanggal 26 November terjadilah sebuah insiden penembakan Prajurit Soviet yang datang dari perbatasan Finlandia Para ahli berpikir bahwasanya ini Adalah taktik yang dilakukan Uni Soviet untuk menyerang dataran Finladia, dan benar saja setelah kejadian itu dimulailah serangkaian kejadian Perang Musim dingin antara Finlanida dengan Uni Soviet.
Penyerangan di Perang Musim dingin oleh Rusia atau Uni Soviet terhadap Finlandia didasarkan oleh beberapa hipotesis yang dikemukakan oleh ahli strategi Stalin yang menyebabkan kekawatiran Stalin terhadap Finlandia, beberapa hipotesis yang disampaikan oleh sang ahli strategi Sebagian berikut yakni Stalin mencurigai adanya kerja sama antara Finlandia dengan Wehrmacht atau hitler diakrenakan jika memang mereka bersekongkol maka akan sangat mudah untuk Jerman menembus pertahanan Uni Soviet lewat Murskmark dan Stalingrad, dan Meskipun Finlandia tidak bersekutu dengan Hitler, negara itu terlalu lemah untuk bertahan jika Hitler mengambil paksa bagian mana pun dari wilayahnya untuk memulai crusade-nya melawan Bolshevisme. Data intelijen yang cukup menunjukkan bahwa setidaknya beberapa perwira tinggi Finlandia akan bersimpati dengan motif Jerman, yang berarti bahwa tidak semua pasukannya akan bertempur dengan semangat yang sama bahkan jika Finlandia mencoba melawan invasi Nazi. Sebenarnya, beberapa orang mungkin tidak melakukan pertarungan sama sekali.
Dua alasan tersebut menjadikan Uni Soviet menyerang Finlandia, spekulasi-spekulasi tersbut terbukti sangat mempengaruhi ketakutan Stalin terhadap serangan Hitler menuju Uni Soviet melalui Finlandia.
Biografi Simo Hayha
Simo Hayha lahir didaerah pinggiran Finlandia di desa kecil Bernama Kliskinen didaerah Rautjavi yang dimana nantinya daerah ini dikuasai oleh Uni Soviet Setelah Perang Musim dingin terjadi, ayah Simo Bernama Juho Hayha dan Ibunya Bernama Katterina, pekerjaan utama Simo dan keluarganya Adalah Petani. Keluarga Simu memiliki sekitar 80 Hektar tanah pertemuan yang digunakan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari keluarganya, beberapa bagian pertanianya berupa hutan dan selain Bertani mereka juga berternak hewan guna mencari penghasilan tambahan.
Menurut salah satu penuturan teman Simo Bernama Raimo Pertihen yang penulis kutip dari buku The White Sniper karya Aarelainen, T.A.M yang pada masa itu berprofesi sebagai seorang Petani, menjelaskan bahwa Simo pada masa sebelum perang Musim Dingin terjadi masih berada dipertaniannya mengurus pertanian Bersama keluaranya. Pekerjaan Simo sebagai petani sangatlah diwajarkan melihat latar belakang keluarganya yang berprofesi sebagai petani, selain hidup Bersama ayah ibunya Simo Juga hidup Bersama 5 saudaranya, salah satunya mati dikarenakan sakit diwaktu kecil dan beberapa ada yang meninggala dikarenakan perang saudara. Pada umurnya yang ke 17 Simo mendaftar sebagai bagian dari pasukan Penjaga Rautjarvi, ketika pada awal dia bergabung tidak ada yang Istimewa darinya kecuali rasa nasionalismenya yang tinggi dibandingkan teman-temannya yang lain.
Simo Hayha mulai menujukan bakat menembaknya pada tahun 1930 an dimana saat itu dia memenangkan sebuah perlombaan menembak yang diadakan Garda Sipil ViiPuri, selain itu prestasi Simo juga terlihat saat dirinya mewakili regu senapan Rautjarvi dalam perlombaan lainnya yang pada akhirnya membawa dia dapat memenangkan perlombaan regional dengan mengunakan senapan Suomi yang dirancang oleh Aimo Lanti, selain itu pada perlombaan kebugaran fisik dan ski dia mendapatkan medali juara 2. Simo pada saat bertugas di garda
sipili mengunakan senapan Westing Haus yang mengunakan Peluru 7.62 y 53b.
Keahlian dan Kemampuan Menembak Simo Hayha
Simo Hayha Adalah seorang penembak jitu yang mengunakan tangan kanan dan
mata kiri yang selalu tertutup pada saat ia akan menembak, ini juga
menindikasikan bahwa Simo Adalah seorang penembak alami, kemampuanya sebagai
penembak alami bisa dibuktikan dengan bagaimana dia memenangkan kejuaraan
menembak 300 meter dengan skor akhir 93 dari 100, dengan Latihan yang minim. Kecepatan dari reload
sejata Simo hanya juga sangat menakjupkan dimana pada saat dia menikuti perlombaan
penembak jitu dengan jarak 150 meter dengan hanya waktu 1 menit dia sudah bisa
melesatkan 16 tembakan yang tepat menuju target, hal ini juga menjadi luar
biasa ketika melihat senapan yang dipakai pada saat itu berjenis Bolt Action
yang pelurunya harus di masukan satu per satu.
Veteran Perang Sipil Finlandia yang berpengamanan juga turut melatih Simo
hayha pada kisaran waktu 1918, pelatihan yang dijalani oleh Simo hanya lebih
menekankan bagaimana ke efisiensian seorang penembak jitu dalam mengunakan
logistiknya, mengingat dalam pelatihan tersebut juga sumber daya yang digunakan
pada saat pelatihan terbilang sangan minim dan secukupnya, sedangkan alasan
lain dibaliknya Adalah melihat jika dihadapkan pada medan tempur sungguhan
peluru dan logistic juga akan sangat jarang tersedia.
Keikut sertaan Simo
Hayha dalam Militer Finlandia dan Aksinya pada Perang Musim Dingin
Simo Hayha semasa perang Musim Dingin ditugaskan sebagai regu pengawas
yang ditempatkan Bersama beberapa rekannya dalam sebuah regu kecil, melihat
bagaiman keadaan di garis terdepan Finlandia menjadi seakin memburuk maka regu
Simo pun disuruh untuk mundur hingga ke Suvilati, pada saat dia dan regunya berada di Suviati dia ditugaskan
untuk memotong kabel saluran komunikasi musuh meskipun dalam tugasnya ini dia
dihujani berbagai rentetan senjata musuh dari berbagai arah dia tetap bisa
melewatinya dengan ketenangan. Ketenangan yang dimiliki Simo Hayha ini lah yang
membuat ia dapat menyelesaikan misi krusial tersebut serta mendapat pujian dari
anggota regunya.
Masa
awal perang Musim dingin menjadi debut pertama Simo Hayha di medan perang pada
saat awal dia bertugas pimpinan kompinya yaitu Letnan Jutilanen melihat
Kemahiran dan kepandaian Simo dalam menembak sehingga dia menempatkan Simo simo
sebagai seorang Penembak Jitu, misi pertamanya Adalah menjatuhkan seorang
penembak jitu Uni Soviet yang telah memakan korban berupa prajurit, pembawa
logistic dan 1 Letnan pemula, Jutilanen memerintahkan Simo untuk memburu orang
tersebut guna mencegah lebih banyak korban yang jatuh, pada situasi seperti ini
Simo hanya bilang pada pimpinannya bahwa dia akan melakukan yang terbaik.
Keesokan harinya Simo pun bergegas untuk melaksanakan tugasnya tersebut
dengan membawa senapannya dia berangkat ke posisi menembaknya dan Bersiap
membidik targetnya, dengan cuaca dingin yang menusuk kulit Simo mengenakan
beberapa rangkap baju musim dingin untuk menghangatkan dirinya, bahkan pada
saat itu dia seperti digambarkan seperti boneka salju dikarenakan tebalnya
lapisan bajunya. Simo mulai mengambil ancang-ancang dan posisi untuk mengincar targetnya,
setelah berdiam diri ditempat yang sama selama berjam-jam pada saat matahari
akan terbenam pantulan scope musuh pun terpantul mengungkap posisinya setelah
posisi musuh yang saat itu lengah dan mengira bahwa tugasnya pada hari itu
selesai Simo yang dari tadi sudah mengintai dari jauh melancarkan tembakanya
dan langsung mengenai rahangnya, sekaligus langsung membunuhnya.
Hari-hari berikunya
melihat bagaimana Kemahiran dah keahlian Simo Hayha sebagai penembak Jitu mulai
terdengar ke telinga musuh-musuhnya yang bertugas terutama yang bertugas di
garis depan perang, posisi simo sebagai seorang penembak jitu sangat diperhitungkan
oleh para petinggi Russia sehingga dia Adalah nama yang sering dicari. Menurut pengakuan Simo
Hayha sendiri menegaskan bahwasanya dia pernah diincar oleh artileri setelah
dia menjatuhkan penembak Runduk musuh, menurut wawawancaranya dalam buku The
White Sniper Simo Hayha karya Aarelainen berkata bahwasanya
Segera artileri berat mulai mengirim salam berkelilingnya. Ada seorang pengamat depan dan krunya di dekat situ, dan begitu saya menyingkirkan penembak runduk mereka, mereka mengirim sekawanan peluru artileri ke arah saya dari meriam cepat yang menembakkan tembakan langsung. Sekitar lima puluh peluru mendarat di sekitar lubang perlindungan saya tapi sia-sia. Banyak dari mereka yang melemparkan awan pasir ke wajah saya, tapi tidak ada yang lebih buruk dari itu. Letnan Juutilainen mengirim seorang pria untuk memberitahu saya agar keluar dari sana. “Mereka akan membunuhmu di sana,” katanya. Nah, keluar dari lubang perlindungan sebenarnya tidak ada dalam pikiran saya karena tembakan musuh begitu intens.
Prestasi yang ditorehkan Simo Hayha dalam medan perang semakin gemilang,
pada bulan Desember, tanggal 21, tahun 1939 Simo sudah tercatat membunuh 100
orang Russia dengan pembunuhan terbanyak untuk perharinya berjumlah 25 orang,
pada kesempatan lainnya dia mampu menorehkan rekor sebanyak 200 orang, pada
saat itu selain menerima pujian dia juga menerima hadiah seperti jam kehormatan
dan juga sarung tanggan dari istri Jendralnya
Salah satu pengaruh yang menunjukan keunggulan Finlandia terletak pada
senapan yang mereka pakai, yaitu Suomi, Latti yang digunakan oleh militer Finlandia sebagai senjata pendukung, bahkan Simo Hayha mengunakan senjata
jenis Suomi untuk tugasnya selama di Kolla, senjata ini terbukti efektif
dipegang oleh penembak jitu seperti Simo, selain itu kemampuan Ski orang-Orang
Finlandia dan manuver mereka yang lincah pada saat mengunakan ski, menambah
keefektifan senjata tersebut.
Literatur lainnya menyebutkan bahwasanya kehebatan penembak jitu
Finlandia jauh lebih baik dari pada rata-rata tantara Uni Soviet, pada frot
Kolla sendiri Simo Hayha telah mencetak rekor terbanyak untuk membunuh yaitu
pada kisaran 500 orang pada akhirnya sebelum dia terkena cidera dan mengaruskan
dia pergi dari front Kolla dan Front perang Musim Dingin.
Cedera dan Pulihnya Simo Hayha
Simo Hayha sempat diberikan komando pasukanya sendiri, ini disebabkan
pasukan Russia seakan tidak ada habisnya untuk mengempur garis pertahanan di
Kolla, meliaht bagaimana itu terjadi Simo pada saat itu sempat bersekulasi atas
rumor yang beredar bahwa Russia mengancam para prajurit yang mundur dengan
moncong tank-tank mereka.
Simo Hayha akirnya mengalami cidera seriusnya dan mengakiri segala
prestasinya di medan perang Kolla pada 6, Maret, 1940 menjadi akhir perjuangan
seorang Simo Hayha saat sebuah peluru infantri Russia menembus rahanngnya,
naasnya peluru tersebut Adalah peluru peledak yang langsung menghancurkan
Rahangnya, setelah kejadian terjadinya kejadian tersebut Simo langsung dibawa
dengan kereta luncur ke baris belakang untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Setelah luka tersebut Simo Hayha harus mundur dari medan perang untuk
melakukan pemulihan, serta dia dianugrahi penhargaan atas jasa-jasnaya selama
perang, lebih dari itu keinginannya setelah dia menjalani kehidupan biasa
setelah peperangan Adalah menjadi orang biasa dan jauh dari kekerasan saat
perang, oleh karena itu setelah dia pulih, setelahnya dia membuka lahan
pertanian di daerah Utala dan melakukan kegiantan Perhutanan yang intens
didaerah tersebut.
DAFTAR PUSTAKA:
Aarelainen, T. A. M.
(2016). The white sniper: Simo Häyhä. Casemate Publishers
Muikku, A. (2021). The Finnish–Soviet
Winter War 1939–40: Stalin’s hollow victory. Osprey Publishing.
Tuunainen, P. (2016). Finnish military
effectiveness in the Winter War 1939–1940. Palgrave Macmillan.
Trotter, W. R. (2008). A frozen hell:
The Russo-Finnish Winter War, 1939–1940.
Penulis: Fachrillah Achsanur Rizqi

Social Footer